Tingkatkan Kualitas Proposal Mahasiswa, BIROMAWA UNAS Gelar Coaching Clinic PKM 2026

Kegiatan dibuka secara resmi dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si., yang menekankan pentingnya PKM sebagai wadah pengembangan kreativitas dan daya saing mahasiswa di tingkat nasional. Ia juga menyampaikan bahwa PKM merupakan program tahunan yang difasilitasi oleh Belmawa Kementerian Pendidikan, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide, gagasan, serta inovasi dalam berbagai skema, seperti penelitian, kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, hingga program futuristik.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si.

Lebih lanjut, Prof. Erna memaparkan capaian UNAS pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, UNAS berhasil mengajukan 40 proposal dengan satu proposal yang memperoleh pendanaan, sementara pada tahun 2025 terdapat 60 proposal yang diajukan, namun belum ada yang lolos pendanaan . Hal tersebut, menurutnya, menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas proposal pada tahun 2026.

“Kegiatan coaching clinic ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa proposal yang disusun mahasiswa memiliki kualitas yang lebih baik dan berpeluang lolos pendanaan serta berkompetisi di tingkat nasional,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, BIROMAWA menghadirkan reviewer eksternal, Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D., yang berasal dari Universitas Islam Indonesia, untuk memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta. Kehadiran reviewer eksternal diharapkan dapat memberikan perspektif dan masukan yang konstruktif dalam penyusunan proposal PKM.

Selain sesi pemaparan, kegiatan ini juga diisi dengan proses pendampingan intensif terhadap proposal yang telah diajukan. Tercatat sebanyak 18 proposal yang telah masuk dan langsung mendapatkan review serta masukan untuk perbaikan. Pendampingan ini dilakukan secara langsung guna meningkatkan efektivitas revisi dan memastikan setiap proposal memenuhi standar yang ditetapkan.

Sebagai tindak lanjut, UNAS juga merencanakan kegiatan pleno pada 7 April 2026 untuk melakukan pengecekan akhir terhadap kelengkapan administrasi dan substansi proposal sebelum dilakukan proses pengunggahan (submit) secara bersama-sama . Langkah ini diharapkan dapat meminimalisasi kesalahan serta meningkatkan peluang keberhasilan proposal.

Prof. Akhmad Fauzy memberikan penjelasan mengenai strategi menyusun proposal PKM yang kreatif dan memenuhi kriteria penilaian nasional

Terdapat 10 bidang utama dalam ruang lingkup Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yaitu PKM Riset Eksakta, PKM Kewirausahaan, PKM Riset Sosial Humaniora, PKM Pengabdian kepada Masyarakat, PKM Penerapan IPTEK, PKM Karsa Cipta, PKM Karya Inovatif, PKM Video Gagasan Konstruktif, PKM Gagasan Futuristik Tertulis, serta PKM Artikel Ilmiah. Kesepuluh bidang ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan ide dan kreativitas sesuai dengan karakteristik dan minat masing-masing, sekaligus menjadi acuan dalam menentukan arah proposal yang akan disusun.

Kegiatan Coaching Clinic PKM 2026 yang diselenggarakan oleh BIROMAWA Universitas Nasional (UNAS) kemudian dilanjutkan dengan sesi inti berupa pemaparan materi dan bedah proposal oleh reviewer eksternal, Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D. Sesi ini dipandu oleh Kepala Biromawa Kamaruddin Salim, S.Sos., M.Si. yang bertindak sebagai moderator.

Sebelum memasuki sesi utama, kegiatan diawali dengan dokumentasi bersama yang melibatkan dosen pendamping dan seluruh mahasiswa peserta PKM sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen dalam menyukseskan program tersebut. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, mencerminkan semangat kolaborasi antara sivitas akademika.

Dalam pengantarnya, moderator menyampaikan bahwa hingga pelaksanaan kegiatan berlangsung, tercatat sebanyak 25 proposal PKM yang telah diterima dan siap untuk direview secara langsung. Seluruh tim mahasiswa diminta untuk menyiapkan proposal masing-masing serta membuka dokumen melalui perangkat yang telah dibawa, sehingga proses evaluasi dapat dilakukan secara efektif dan real-time.

Pada sesi pemaparan, , Prof. Fauzy memberikan penjelasan komprehensif mengenai strategi penyusunan proposal PKM yang sesuai dengan standar nasional. Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam PKM tidak hanya ditentukan oleh ide yang kreatif, tetapi juga sangat bergantung pada kelengkapan administrasi dan kesesuaian proposal dengan panduan yang telah ditetapkan.

“Sebagian besar proposal gagal bukan karena idenya tidak bagus, tetapi karena tidak memenuhi persyaratan administratif. Bahkan satu kesalahan kecil saja dapat menyebabkan proposal tidak lolos ke tahap berikutnya,” jelasnya di hadapan peserta.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses seleksi PKM terdiri dari dua tahap utama, yaitu seleksi administrasi dan seleksi substansi. Pada tahap pertama, proposal akan diperiksa secara detail mulai dari format penulisan, struktur dokumen, hingga kelengkapan komponen yang dipersyaratkan. Apabila lolos tahap ini, barulah proposal akan dinilai dari aspek kreativitas dan kualitas gagasan pada tahap selanjutnya.

Dalam sesi bedah proposal, peserta diberikan kesempatan untuk memahami secara langsung letak kesalahan pada proposal mereka, mulai dari kesalahan teknis seperti format penulisan hingga aspek substansi yang perlu diperkuat. Pendekatan ini dinilai efektif karena mahasiswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung melakukan perbaikan terhadap proposal masing-masing dengan pendampingan dari reviewer.

Selain itu, Prof. Fauzy juga memberikan gambaran mengenai tingkat persaingan PKM secara nasional serta strategi agar proposal dari UNAS dapat bersaing dengan perguruan tinggi lain. Ia menekankan pentingnya membaca panduan secara detail dan memastikan setiap bagian proposal disusun sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam sesi ini, peserta diarahkan untuk memahami bahwa ketelitian dalam mengikuti format merupakan faktor yang sangat menentukan. Prof. Fauzi menegaskan bahwa kesalahan-kesalahan kecil seperti jenis huruf, spasi, hingga tata letak halaman dapat berakibat pada diskualifikasi proposal, terutama jika dinilai oleh reviewer yang sangat ketat. Oleh karena itu, mahasiswa diminta untuk memastikan seluruh aspek teknis telah sesuai dengan ketentuan, mulai dari penggunaan font Times New Roman ukuran 12, spasi 1,15, hingga pengaturan margin dan penomoran halaman.

Lebih lanjut, pembahasan difokuskan pada struktur penulisan proposal, khususnya pada Bab I (Pendahuluan). Peserta diingatkan untuk mencantumkan tema PKM yang relevan dengan sepuluh tema yang telah ditetapkan oleh Belmawa. Meskipun tema tersebut tidak secara langsung memengaruhi penilaian substansi, keberadaannya tetap menjadi bagian penting dalam administrasi proposal sebagai bentuk kontribusi terhadap tujuan pembangunan nasional.

Selain itu, perhatian juga diberikan pada penulisan luaran (output) kegiatan dalam proposal. Mahasiswa diarahkan untuk tidak membuat deskripsi yang berlebihan, melainkan cukup merujuk dan menyalin format luaran yang telah tersedia dalam buku panduan. Hal ini bertujuan untuk menjaga keseragaman dan menghindari kesalahan interpretasi dalam penyusunan proposal .

Pada bagian lain, pembahasan juga mencakup penyusunan anggaran dan jadwal kegiatan. Peserta diingatkan bahwa format anggaran harus mengikuti panduan secara persis, termasuk komponen sumber pendanaan yang tetap harus dicantumkan meskipun tidak terisi. Kesalahan dalam format tabel maupun ketidaksesuaian margin dapat berdampak langsung pada penilaian proposal. Sementara itu, dalam jadwal kegiatan, banyak proposal ditemukan belum mencantumkan penanggung jawab, yang seharusnya menjadi salah satu komponen wajib.

Tidak hanya aspek teknis, sesi ini juga menggarisbawahi pentingnya ketepatan dalam penyusunan daftar pustaka. Peserta diingatkan bahwa daftar pustaka harus disusun secara alfabetis, tidak menggunakan singkatan seperti “dkk” atau “et al.” dalam penulisan nama penulis, serta tidak melebihi batas halaman yang telah ditentukan. Hal-hal tersebut menjadi perhatian serius karena seringkali menjadi kesalahan umum yang berujung pada diskualifikasi.

Pada bagian lampiran, peserta juga diberikan penjelasan rinci terkait penulisan Curriculum Vitae (CV) dan surat pernyataan. Dalam CV, nama penulis harus dituliskan secara lengkap sesuai dengan data resmi, serta disertai tanda tangan asli (bukan hasil pemindaian yang ditempel). Selain itu, tanggal penandatanganan harus berada dalam rentang waktu pengajuan proposal, sehingga menunjukkan keabsahan dokumen.

Sesi ini kemudian ditutup dengan penegasan mengenai pentingnya memahami filosofi masing-masing skema PKM. Peserta diajak untuk tidak hanya fokus pada teknis penulisan, tetapi juga memahami karakteristik setiap bidang PKM, seperti PKM-Riset yang menuntut kesesuaian bidang keilmuan, maupun PKM-Kewirausahaan dan Pengabdian kepada Masyarakat yang lebih fleksibel dan berorientasi pada kreativitas serta solusi terhadap permasalahan mitra.

Melalui pendampingan yang komprehensif ini, diharapkan seluruh peserta mampu melakukan revisi proposal secara maksimal dalam waktu yang telah disediakan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya BIROMAWA UNAS meningkatkan kualitas proposal PKM mahasiswa, sehingga mampu bersaing dan meraih pendanaan pada Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2026.

Dalam Coaching Clinic PKM 2026 ini, UNAS menargetkan peningkatan jumlah proposal yang lolos pendanaan, dengan harapan dapat mencapai kuota maksimal serta berkontribusi dalam ajang kompetisi nasional. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen institusi dalam mendorong kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan pihak universitas guna menghasilkan karya inovatif yang berdampak bagi masyarakat. (*Dimas Wijaksono)

Bagikan :

Info Mahasiswa

Related Post

WoCare Center dan FIKES UNAS Bekali Mahasiswa Ners melalui Pelatihan Perawatan Luka Jelang Wisuda
Simulasi Akreditasi Program Studi Akuntansi FEB UNAS
Dorong Pengembangan Pangan Lokal ‘Umbi Garut’, Fakultas Pertanian Unas Gelar Seminar Nasional
BANK MANDIRI "UNGKAP KIAT-KIAT MASUK DUNIA PERBANKAN"
Sterilisasi Kampus, UNAS Lakukan Penyemprotan Desinfektan
Jadi Koordinator Kompetisi Film Dokumenter JNK 2020, UNAS Bertekad Terus Berikan Kontribusi Pada ASPIKOM

Kategori Artikel

Berita Terbaru

Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2026/2027

Hari : RABU

Tanggal : 23 September 2026

Pukul : 07.00 – 16.00 WIB

Auditorium Universitas Nasional