Tiga Mahasiswa UNAS Siap Tampil Di Ajang KDMI Tingkat LLDIKTI Wilayah III

Jakarta (UNAS) – Tiga Mahasiswa terpilih untuk  mewakili Universitas Nasional dalam ajang Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2020 di tingkat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah III. Adalah Rahmi Maahira dari Program Studi Biologi, Mojang Ayu Febriyanti dari Program Studi Sosiologi, dan Yulia Dwi Rakhmawati dari Program Studi Manajemen mereka terpilih setelah mengikuti seleksi KDMI tingkat Universitas pada Sabtu (25/7) di Ruang Seminar Selasar Lantai 3.

Tim juri KDMI 2020 Universitas Nasional Muhani, S.E., M.Si.M mengungkapkan seleksi KDMI merupakan wadah bagi mahasiswa untuk belajar menyikapi suatu permasalahan dengan objektif. “Seleksi KDMI merupakan kegiatan untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa dan membantu untuk berpikir kritis dengan norma-norma,” ujar Muhani.

Selain Muhani, S.E., M.Si.M Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, bertindak sebagai tim juri KDMI Unas adalah Nursatyo, S.Sos., M.Si. dan Ichmi Yani Arinda Rohmah, S.Pd., M.Sosio. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Seleksi di tingkat Universitas diikuti oleh mahasiswa Unas dari berbagai fakultas. Pada pelaksanaan seleksi, terlebih dahulu peserta secara individu diberikan mosi untuk kemudian berargumen. Pada sesi berikutnya, masing-masing individu melakukan bantahan terhadap argumen lawan.

Adapun kriteria penilaian yaitu berdasarkan isi (40%), gaya penyampaian (20%), dan strategi (30%). Para mahasiswa terpilih adalah mereka yang dinilai memiliki kemampuan paling baik menurut juri.

“Penilaian dari juri meliputi isi (konten) apa yang ingin disampaikan oleh peserta berupa pendapat yg didasarkan oleh teori dan juga data statistik dan bagaimana cara peserta tersebut menyampaikan argumennya yang dilihat dari eye contact, tata bahasa, sistematika pembahasan, dan lain-lain serta bagaimana peserta dapat memanage dengan waktu yang dibatasi,” ujarnya.

Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) merupakan kompetisi debat yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kemenristekdikti. Tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan ide, kompetisi ini juga menuntut mahasiswa mampu menguasai pengetahuan global, menganalisis, dan meyakinkan publik.

“Hal yang perlu ditingkatkan oleh mahasiswa adalah wawasan berupa kebijakan pemerintah data-data statistik, serta solusi untuk peserta yg menjadi oposisi,” ucap Muhani.

Saat ini, tiga mahasiswa terpilih tersebut sedang mengikuti persiapan untuk maju ke seleksi tingkat wilayah. Para mahasiswa akan diberi pembekalan dan penguatan keterampilan.

“Harapan bagi peserta yang terpilih dapat menang sampai tingkat nasional. Dan untuk seluruh mahasiswa mendapat pengalaman, pembelajaran, dan motivasi untuk terus berprestasi,” ungkapnya. (*DMS)