Siap Cetak Advokat Handal, FH UNAS Adakan PKPA

Jakarta, UNAS –Memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas merupakan bagian terpenting bagi sebuah Universitas. Begitu juga yang di lakukan oleh Universitas Nasional dalam meberikan pelayanan pendididikan. Baru-baru ini Fakultas Hukum (FH) telah melakukan  Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). “Saya melihat fakultas hukum ini mempunya potensi besar untuk berkembang lebih baik namun demikian belum secara optimal semua potensi itu didayagunakan.” Ujar Prof. Dr. Basuki Rekso Wibowo, S.H., M.Si., dekan fakultas hukum UNAS ketika diwawancarai oleh Humas UNAS.

Penyelenggaraan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) di Universitas Nasional  dilakukan pada 2 Desember 2019, ini merupakan pertama kalinya sejak Fakultas Hukum berdiri, PKPA ini dilakukan bekerja sama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI). Pendidikan khusus ini disambut gembira oleh PERADI, “Saya gembira sekali dengar bahwa UNAS yang pertama. Berbagai kampus sudah beberapa kali dilakukan selamatlah bagi Fakultas Hukum UNAS yang sudah mulai ini.” Ujar Sekretaris PERADI, Said Damanik, S.H., M.H dalam sambutannya di hadapan para peserta PKPA.

PKPA ini diikuti oleh 17 orang, pendidikan dilakukan  sejak tanggal 2 hingga 14 Desember 2019 di Universitas Nasional. PKPA ini direncanakan untuk diadakan kembali pada bulan Maret 2020 dengan target sebanyak 40 peserta. Diharapkan agar melalui PKPA ini, UNAS dapat mencetak advokat handal yang berintegritas tinggi. “Kami ingin melalui PKPA UNAS ini ditekankan pentingnya menjaga harkat, martabat, keluhuran profesi advokat. Moral, integritas harus betul-betul dijaga. Itu harapan kami.” Ujar Dekan Fakultas Hukum UNAS.

Setelah PKPA ini, direncanakan akan ada pelatihan-pelatihan lain yang sedang dikembangkan. “Bukan hanya PKPA yang akan kami selenggarakan, tetapi juga ada kegiatan-kegiatan yang lain, training yang lain, pelatihan yang lain. Misal, pelatihan untuk bagaimana merancang kontrak bisnis, bagaimana pelatihan atau training calon mediator, konsultan hukum pertambangan, konsultan hukum perseroan dan sebagainya.” Ujar Dekan Fakultas Hukum. “Potensi-potensi itu sangat besar, kita punya sarana dan prasarana yang bisa dioptimalkan.” Pungkasnya. (RIZKY)