Jakarta (UNAS) – Fakultas Biologi dan Pertanian menyelenggarakan Seminar Kuliah Kerja Lapangan (KKL) sebagai rangkaian akhir kegiatan akademik mahasiswa yang telah dilaksanakan di Desa Lebak Muncang, Ciwidey, Jawa Barat, pada 29 November hingga 3 Desember 2025. Kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu, (3 Januari 2026) di Ruang Seminar Selasar Lt. 3 UNAS ini menjadi forum akademik untuk mempresentasikan hasil eksplorasi lapangan sekaligus menegaskan peran KKL sebagai bagian dari proses production of knowledge.
Dekan Fakultas Biologi dan Pertanian, Dr. Fachruddin M. Mangunjaya, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa Kuliah Kerja Lapangan merupakan bagian integral dari kurikulum dan tradisi akademik Fakultas Biologi sejak lama. “Ini adalah bagian dari kurikulum di Fakultas Biologi. Dari dulu, kegiatan seperti ini sudah ada dan sangat penting sebagai upaya kita mencari pengetahuan,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa praktik pencatatan, inventarisasi, dan identifikasi di lapangan merupakan esensi dari ilmu pengetahuan, sebagaimana dilakukan oleh para naturalis dunia. “Yang penting buat kita pelajari adalah kebiasaan mencatat, mendata, dan menginventarisasi. Inilah bagian dari production of knowledge,” jelasnya.
Menurutnya, seminar KKL menjadi ruang evaluasi akademik untuk menilai apakah proses pengamatan mahasiswa telah memenuhi standar ilmiah. “Hari ini Anda akan direview oleh para dosen untuk melihat bagaimana metode, pengamatan, dan apakah sudah sesuai standar ilmiah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Seminar KKL, Alvira Noer Effendi, S.Si., M.Si. menjelaskan bahwa kegiatan lapangan yang telah dilakukan mahasiswa merupakan bagian penting dari pembelajaran kontekstual, di mana mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga melakukan pengamatan, pencatatan, dan pengambilan data secara langsung di lapangan.
Ia menekankan bahwa KKL memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa melalui bimbingan dosen di lapangan. “Teman-teman mahasiswa bisa belajar langsung dari dosen-dosen yang hebat, baik di lapangan maupun dari materi yang sudah tidak diragukan lagi,” kata Alvira.
Pada kesempatan tersebut, Alvira juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan mulai saat dilapangan maupun pada seminar KKL baik secara luring maupun daring.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan sejumlah penghargaan kepada mahasiswa dan kelompok terbaik. Pada kategori Best Presenter, penghargaan diberikan kepada Meina Marita sebagai Juara III, Nadia Fitriani sebagai Juara II, dan Mehris Malik sebagai Juara I. Sertifikat diserahkan langsung oleh Ketua Program Studi Biologi.
Selain itu, berbagai kategori kelompok juga diumumkan, di antaranya Kelompok Terinovatif yang diraih oleh Tim Vegetasi, Kelompok Terheboh oleh Tim Afifauna, Kelompok Tertangguh oleh Tim Jamur, Kelompok Paling Tertantang oleh Tim Herpetofauna, serta Kelompok Terkece oleh Tim Metrobotani.
Dalam suasana penuh keakraban, Ketua Panitia menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kreativitas, ketangguhan, dan kerja sama mahasiswa selama kegiatan lapangan. Menjelang penutupan, panitia mengingatkan mahasiswa bahwa meskipun seminar telah selesai, kewajiban akademik masih harus dituntaskan. Mahasiswa juga diminta menyiapkan materi infografis berbasis hasil KKL sebagai bentuk kontribusi informasi bagi pengelola lokasi kegiatan lapangan.
Kegiatan Seminar KKL ditutup secara resmi oleh Ketua Program Studi Biologi, Dr. Dra. Noverita, M.Si. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan KKL. “Terima kasih kepada semua ibu dan bapak pembimbing, serta mahasiswa yang telah memberikan nuansa yang sangat menarik selama di lapangan sampai hari ini,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan Kuliah Kerja Lapangan dapat terus ditingkatkan kualitasnya pada masa mendatang. “Semoga ke depannya, mungkin dua atau tiga tahun ke depan, kegiatan KKL ini akan menjadi lebih baik lagi,” tutupnya. (*DMS)





