Seminar Internasional PKSP FISIP Bahas Pemilu 2019 Dan Dampaknya Pada Demokratisasi Dan Pembangunan Indonesia

Jakarta (UNAS) – Masalah demokrasi dan prisma demokratisasi di Indonesia jadi perhatian Internasional,  pasca terselenggaranya Pemilu 2019, meskipun hasil Pemilu 2019 masih dalam proses rekapitulasi hingga kini. Untuk dapat memperoleh jawaban yang komprehensif terkait permasalahan Demokrasi dan Prisma Demokrasi di Indonesia, Pusat Kajian Sosial Politik (PKSP) – Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) bekerjasama dengan Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI), menggelar seminar Internasional dengan tema “Pemilu 2019 dan dampaknya pada Demokratisasi & Pembangunan di Indonesia”.

Dalam seminar ini turut mengundang narasumber dari berbagai negara, guna mencari jawaban bersama atas problematika ini, diantaranya David Chison Oh, Ph.D, dari Ramapo College, New Jersey, Amerika Serikat, Dr. Gergo Szokt Racz, Hongaria, Koordinator Program S3 Ilmu Politik Sekolah Pascasarjana UNAS Dr.  TB. Massa Djafar dan Ketua AIPI Jakarta Dr. Muhammad Noer, M.A. Ketua AIPI Jakarta Dr. Muhammad Noer, M.A. mengatakan seminar ini mengulas pengalaman dari negara masing-masing narasumber dengan tujuan meneliti lebih dalam tentang model Demokrasi khas Indonesia untuk diterapkan dengan adaptasi tertentu di berbagai negara.

“Nantinya hasil seminar ini akan diterbitkan dalam bentuk buku dan jurnal internasional,” ungkapnya disela-sela diskusi dengan mahasiswa di Auditorium blok 1 lantai 4 UNAS, Rabu (15/5). Noer menambahkan, bagi Indonesia yang sangat dibutuhkan adalah ketulusan para elit atau aktor serta partai politik yang berperan sebagai pilar utama demokrasi. “Partai-partai ini adalah institusi demokrasi yang direformasi “wajib” menjadi rumah bagi demokrasi di negara kepulauan ini. Elite atau aktor politik ini memainkan peran penting sebagai penggerak utama proses demokratisasi,” pungkasnya.

Baginya, demokrasi akan mengalami kemunduran dan menjadi lebih buruk karena tindakan elit. Oleh karena itu, pola hubungan antara legislatif dan eksekutif harus institusional, profesional, dan proporsional dalam sistem presidensial. “Legislatif dan eksekutif, harus saling melakukan mekanisme checks and balances, dan ini wajib diprioritaskan,” tutupnya.(#DM)

Baca Juga :   {:id}ABANAS Korea Diminati Mahasiswa Asing{:}{:en}ABANAS Korea Attracts Foreign Students{:}
   

 

 

Berita Terbaru
PROMO-SNBT-UTBK-2024-(2)
Pengumuman

PROMO PESERTA UTBK-SNBT 2024

PROMO PESERTA UTBK-SNBT 2024 Pendaftaran Semester Ganjil Tahun Akademik 2024/2025 GRATIS BIAYA FORMULIR & BEBAS TES POTENSI AKADEMIK PROMO BERLANGSUNG

Read More »

Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2023/2024

Hari : Kamis 

Tanggal : 21  September 2023

Pukul : 07.00 – 16.05 WIB

Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. HUKUM
  4. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN
  5. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS

Hari : Jum’at

Tanggal : 22  September 2023

Pukul : 07.00 – 14.30 WIB

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  2. FAKULTAS TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
  3. FAKULTAS ILMU KESEHATAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

Chat with Us!