Seminar Dosen BPK “Paradigma Baru Dalam Proses Pembelajaran”

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Seminar Dosen BPK “Paradigma Baru Dalam Proses Pembelajaran”
Prof. Dr. Ir. Marsudi Kisworo, IPU menyampaikan materinya pada seminar dosen UNAS.

Jakarta (UNAS) – Badan Pengembangan Kurikulum Universitas Nasional menggelar seminar Dosen dengan judul “Paradigma Baru Dalam Proses Pembelajaran” pada Selasa (20/9) di Aula Blok 1 Lt 4. Kegiatan Seminar Dosen mengundang Dewan Pengarah BRIN Prof. Dr. Ir. Marsudi Kisworo, IPU sebagai narasumber.

Dalam materinnya Prof. Dr. Ir. Marsudi Kisworo, IPU mengatakan dosen harus mengikuti perkembangan jaman dalam proses pengejaran. “Mahasiswa sekarang harus diajar dengan dosen yang update mengikuti perkembangan jaman saat ini. Kurikulum yang bagus, dosennya bagus akan meningkatkan kualitas mahasiswa”, katanya.

Ia menyebutkan bahwa sebagai seorang tenaga pengajar dalam revolusi mengajar guru atau dosen harus memiliki esensi dari semboyan Ki Hajar Dewantara. “Guru maupun dosen harus memegang tiga slogan yaitu ; ing ngarsa sung tulada yaitu seorang guru adalah pendidik yang harus memberi contoh atau menjadi panutan, ing madya mangun karsa adalah di tengah memberi atau membangun semangat, niat, maupun kemauan, Semboyan ini memiliki makna bahwa ketika guru atau pengajar berada di tengah-tengah orang lain maupun muridnya, guru harus bisa membangkitkan atau membangun niat, kemauan, dan semangat dalam diri dan yang terakhir adalah tut wuri handayani, makna dari semboyan ketiga ini berarti ketika berada di belakang, pengajar atau guru harus bisa memberikan semangat maupun dorongan kepada para muridnya”, papar Marsudi.

Pria yang pernah menyandang Best Rector in Asia, World Education Congress di Singapura 2018 tersebut juga menyebutkan dalam pembelajaran dosen menerapkan SCL atau Student Center Learning. “Konsep utama student center learning adalah diajak diskusi bersama, mengobrol mengenai minat dan bakat jadi hal itu akan banyak memberikan perubahan”, ujarnya.

Kegiatan seminar dosen adalah kolaborasi Fakultas Teknik dan Sains bersama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisinis UNAS.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Teknik dan Sains Novi Azman, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan dalam sistem pembelajaran saat ini harus menerapkan Outcome-Based Education (OBE). “Kedepan proses pembelajaran itu berbasis outcome education, dalam proses ini akan diterapkan setiap sesi dan setiap semesternya akan diminta outcomenya”, pungkasnya.

Sementara itu, dalam membuka acara Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unas, Dr. Suryono Efendi, S.E., M.B.A., M.M mendorong para dosen untuk membuat Rencana Pembelajaran Semester semenarik mungkin. “Buat RPS yang menarik dan kreatif dengan mengimplementasikan MBKM”, tandasnya. (*TIN)

Berita Terbaru
Chat with Us!