Sarasehan 70+ Peneliti Primata Universitas Nasional

Kegiatan penelitian primata UNAS dimulai pada tahun 1970-an dengan dikirimnya empat mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Nasional yaitu Dr. Sugarjito, Prof. Dr. Jatna Supriatna, Dr. Barita O. Manullang, dan Prof. Dr. Endang Sukara untuk menjadi mahasiwa Dr. Birute Galdikas (salah satu dari 3 mahasiswi Dr. Louis Leakey) peneliti orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Awal penelitian primata khususnya kera besar diawali oleh mahasiswa Universitas Nasional dan telah berkembang pesat jumlah dan karyanya.

Setidaknya terdapat 90 peneliti primata Universitas Nasional dari tahun 70-an hingga saat ini  yang berkarya di Pusat-pusat riset primata, seperti Ketambe dan Suaq Balimbing di TN Gn. Leuser, Tuanan di Kapuas, Kalimantan Tengah, Cabang Panti di TN Gn Palung, CA Tangkoko di Bitung, Sulawesi Utara, dll nya. Program penelitian primata UNAS tidak hanya erat kaitannya dengan kerjasama antar perguruan tinggi daerah dan nasional serta lembaga-lembaga penelitian, namun juga dengan Universitas-universitas internasional (Utrecht-Belanda, Duke-USA, Zurich-Swiss, Rutgers-USA, Boston-USA, Michigan-USA, Arkansas-USA) dengan program beasiswa S1, S2 dan S3, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan ketrampilan dan keahlian sumber daya manusia.

 Selain  menerbitkan hasil karya yang penting dan bermanfaat bagi dunia ilmu pengetahuan yang diakui dunia internasional dan tentunya di Indonesia, sebagian dari para peneliti primata ini, juga turut aktif dalam kegiatan konservasi primata di Indonesia dan internasional. Sarasehan ini akan mengumpulkan 70+ peneliti-peneliti primata Universitas Nasional untuk berbagi cerita, bertukar ide dan karya, memberikan pengajaran metode, dan menyusun rencana penelitian primata jangka panjang di Indonesia.(MPR)