Perguruan Tinggi Miliki Peran Besar dalam Upaya Konservasi Keanekaragaman Hayati

Jakarta (Unas) – Konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia membutuhkan berbagai dukungan dan peran serta dari para stakeholders. Salah satunya ialah perguruan tinggi yang dapat memberikan nilai-nilai moral dan ilmu pengetahuan mengenai konservasi dan implementasiannya. Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt.

Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt.

“Perguruan tinggi miliki peran besar dalam memberikan insersi nilai-nilai moral dan ilmu pengetahuan terkait konservasi dan implementasinya dalam berbagai program Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain itu juga bekerjasama dengan berbagai pihak yang memiliki visi yang sejalan tentang konservasi,” ujarnya dalam webinar LPPM bertajuk ‘Peran Stakeholders untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati’, Sabtu (12/09).

Dalam melakukan hal tersebut, lanjutnya, perguruan tinggi dapat memasukkan nilai nilai konservasi dalam setiap aktivitas sivitas akademika dosen, karyawan, serta mahasiswa. Misalnya, dengan memberikan pembelajaran mata kuliah terkait konservasi di semua program studi, juga pembentukan kelompok studi yang bergerak di bidang konservasi atau pelestarian lingkungan.

“Kalau di Unas sendiri, pembelajaran terkait konservasi memang dimasukkan di mata kuliah pilihan semua program studi. Ini merupakan salah satu upaya kami (Unas) untuk memasukkan ilmu konservasi dan mendukung segala kegiatan upaya konservasi yang dilakukan oleh sivitas akademika Unas” jelas Prof. Erna.

Sementara dalam menindaklanjuti Tri Dharma Perguruan Tinggi seperti pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, Prof. Erna mengatakan, dosen dan mahasiswa dapat berkolaborasi melakukan kegiatan penelitian yang mendukung konservasi, serta bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi maupun lembaga yang memiliki sumber daya dan kompetensi terkait konservasi.  

“Unas sendiri hingga saat ini punya kerja sama yang cukup baik dengan berbagai lembaga tersebut. Selain itu, dosen di Unas juga telah melakukan berbagai riset tentang konservasi. Kita sebagai stakeholders perguruan tinggi baik dosen dan  mahasiswa perlu terus meningkatkan kerja sama tersebut sebagai tanggung jawab terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ucapnya.

Tak hanya di lingkungan kampus, Ia berharap, dalam upaya memperoleh ilmu pengetahuan mengenai konservasi, seluruh sivitas akademika perguruan tinggi dapat mengimplementasikan nilai konservasi tersebut dalam setiap kegiatan dan kehidupan sehari-hari.

“Negara kita adalah negara yang kaya akan keanekaragaman hayati. Seluruh stakeholders perlu menjaga ekosistem ini agar tidak hilang karena keanekargaman hayati merupakan pendukung kehidupan kita,” tuturnya.

Dr. Ir. Nonon Saribanon, M.Si.

Senada dengan hal tersebut, Ketua LPPM Unas, Dr. Ir. Nonon Saribanon, M.Si. mengatakan, dengan adanya dukungan dari beberapa stakeholders, maka program konservasi akan dapat terlaksana dengan baik. “Sesama stakeholders kita juga bisa saling menguatkan sehingga program konservasi keanekaragaman hayati yang merupakan salah satu kekayaan terbesar di dunia dapat kita jaga dan lestarikan. Karena upaya konservasi bukan peran individual, tapi peran semuanya bersama-sama,” katanya dalam webinar.

Webinar ini juga turut dihadiri oleh beberapa stakeholders sebagai pembicara yakni Environment Staff PT Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field, Rakhmad Adi S, Field Manager PT Pertamina EP Asset 4 Donggi Matindok Field, Abidzar Akman, General Manager PT Indonesia Power PLTU Banten 3 Lontar OMU Rita Triani, serta perwakilan dari PT Pertamina (Persero) MOR III. (NIS)