Penyanyi Wizzy Sambangi UNAS Radio

JAKARTA (UNAS)  – Siapa yang tak kenal dengan penyanyi muda nan berbakat Wizzy Williana. Perempuan kelahiran Surabaya, 14 Juni 1994 itu mengunjungi Laboratoriun Radio Universitas Nasional (UNAS) dalam rangka live interview pada Selasa, (31/10).

Dalam live interview tersebut Wizzy memporomosikan single terbarunya yang berjudul “Bawa Hatimu”. Melalui single tersebut, pemilik nama lengkap Williana Saraswati itu menceritakan kisah cinta seseorang yang begitu menyedihkan. Selain itu, single ini juga menjadi soundtrack film ‘Jomblo’ yang sudah tayang dibioskop awal Oktober lalu.

Perempuan jebolan Mamamia Show itu mengatakan bahwa proses yang dijalaninya dalam penulisan lagu bertolak belakang dari nuansa sedih yang dihadirkan lagunya. “Proses pembuatan single ‘Bawa Hatimu’ sangat menyenangkan. Soalnya pertama kali aku menciptakan sebuah lagu, tapi berdasarkan pengalaman pribadi juga sih,” ungkap dara cantik berambut ikal ini.

Pada kesempatan yang sama, salah satu penyiar UNAS Radio, Siti Sekar Ayu Fadillah mengungkapkan bahwa Wizzy begitu antusias saat datang ke UNAS Radio. “Ini pertama kalinya dia promosi single di radio komunitas. Kita ngomongin banyak juga mengenai perjalanan karirnya, bagaimana cara dia mempertahankan eksitensi di dunia hiburan, dan projek kedepannya,” imbuh Sekar.

Perempuan semester tiga progdi Ilmu Komunikasi itu berharap, dengan adanya penyanyi atau artis yang datang ke UNAS Radio dapat membangun UNAS Radio menjadi radio komunitas yang lebih baik dan bermanfaat. “Semoga juga kita bisa mengundang artis-artis yang lebih terkenal lagi,” tutup Sekar.

Ditemui diruangannya, Kepala Laboratorium Radio, Djujur Luciana, S.Sos., M.Si. mengungkapkan bahwa tujuan dari mendatangkan penyanyi ke UNAS Radio adalah untuk membuat penyiar-penyiar radio dapat meningkatkan kreativitasnya, dan membangun UNAS Radio semakin maju sehingga dikenal oleh masyarakat.

“Kita memang sebulan sekali mendatangkan tamu dari luar sebagai bentuk bagaimana penyiar-penyiar itu senang dan menambah semangat mereka. Tentunya mereka juga akan menimbulkan kebanggan tersendiri bahwa mereka bisa menembus narasumber yang tidak mudah. Bagaimana mereka menembus adalah suatu hal tantangan yang besar dan mereka sanggup. Buat saya itu pembelajaran yang cukup bahwa mereka bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat,” imbuhnya pada Kamis, (2/11).

Djujur berharap UNAS Radio akan terus berkibar dan menjadi wadah berkreasi bagi mahasiswa-mahasiswi UNAS. “Semoga pada waktu yang akan datang anak-anak di UNAS Radio dapat berbuat sesuatu yang lebih sehingga ini menjadi tempat mereka berkarya,” tutup Djujur. (*nis)