P4M UNAS Gelar Seminar Nasional Bertajuk Demokrasi

JAKARTA – Pusat Pengkajian Politik dan Pengembangan Masyarakat (P4M) Universitas Nasional (UNAS) melangsungkan seminar nasional bertajuk “Demokrasi dan Penguatan Partisipasi Masyarakat” di Aula Blok I Lantai IV UNAS, Selasa, (03/4). Kegiatan ini diikuti oleh para dosen dan mahasiswa dari lingkup Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAS dan menghadirkan Peneliti Utama LIPI sekaligus dosen Sekolah Pascasarjana UNAS, Prof (Ris) Dr. Syamsuddin Haris sebagai Keynote Speaker.

Dalam sambutannya, Ketua P4M UNAS, Dr. Diana Fawzia, M.Si. menyinggung mengenai tema yang dibahas yaitu berkaitan dengan partisipasi masyarakat dalam dunia demokrasi seperti Indonesia. “Saya pikir tema ini menarik mengingat tanpa adanya demokrasi masyarakat tidak bisa punya ruang yang cukup untuk bisa berperan dalam mengutarakan pendapat, memang dalam seminar ini konteksnya adalah memperkuat partisipasi masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Dr. Syamsuddin Haris  dalam paparannya menyampaikan bahwa ‘demokrasi’ menjadi sebuah topik yang hangat mengingat adanya keterkaitan hubungan antara masyarakat dan demokrasi yang sangat kuat. “Demokrasi adalah sistem pemerintahan terbaik bagi negara dan sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia, namun sayang sekarang masih banyaknya fenomena penyimpangan yang terjadi, dan ini bisa membunuh bangsa,” tuturnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, perlu adanya penguatan dan pemberdayaan masyarakat sebagai warga negara yang memiliki hak dan tanggung jawab dengan warna negara lainnya dalam arti penguatan civil society atau masyarakat sipil. “Namun sayang, tidak semua masyarakat siap untuk berdemokrasi, hanya masyarakat yang memiliki kesadaran sebagai warga negara termasuk hak dan tanggung jawabnya, yang bisa menjadi fondasi dalam sistem demokrasi,” ujar Syamsuddin.

Menurutnya, masyarakat yang tergabung dalam elemen – elemen seperti LSM, ormas, media, dan organisasi, adalah faktor penting yang turut menentukan keberlangsungan kualitas dan masa depan demokrasi. Ia berharap, berbagai elemen tersebut dapat turut serta berpartisipasi, menjaga, merawat, dan mengawal demokrasi agar tetap berlandaskan keberagamaan dan kebangsaan seperti terkristalisasi dalam nilai – nilai nasional Ideologi Pancasila.

Berlangsung pada pukul 10.00 hingga 16.00 WIB, kegiatan ini diisi dengan panel diskusi dalam bentuk presentasi mengenai hasil penelitian para pemakalah yang terbagi menjadi 4 kelompok. Penelitian tersebut dapat memberikan manfaat dalam pengembangan profesi para dosen dan memperkuat keilmuan mahasiswa UNAS.

Tidak hanya dari dosen UNAS, para pemakalah juga datang dari beberapa perguruan tinggi yaitu Universitas Islam Majapahit Mojokerto, Universitas Lancang Kuning Riau, Universitas Lampung, Universitas Satya Negara Indonesia, Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan, Institut Bisnis Informatika, dan Universitas Sawerigading Makassar.