Nyambi Jadi Driver Ojol Hingga Raih Sarjana

Jakarta (Unas) – Muhammad Irfan Abrurrouf atau yang akrab disapa Muhir ialah mahasiswa Universitas Nasional (Unas) yang menyambi jadi pengemudi ojek online (ojol) semasa kuliahnya. Meski menurutnya profesi tersebut kerap dipandang sebelah mata, pria asal Bekasi ini membuktikan bahwa ia berhasil lulus sarjana dengan nilai tugas akhir A (sangat bagus).

Muhir menempuh pendidikannya di Fakultas Hukum Unas konsentrasi Hukum Pidana pada tahun 2015 dan lulus selama 4 tahun. Tak menghalangi studinya, Ia mulai menjadi pengemudi ojek online sejak semester 3 hingga berhasil melewati sidang skrispi pada Jumat (30/8).

Namun, yang berbeda dari sidang tersebut, Muhir menggunakan jaket ojek online seakan bangga dengan pekerjaannya. Ia mengabadikan momen itu bersama kedua penguji dan dosen pempimbingnya di ruang sidang dengan mengangkat skripsi berjudul “PERTANGGUNGJAWABAN DAN PENERAPAN SANKSI PIDANA KEPADA PELAKU TINDAK PIDANA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI JAWA TENGAH TAHUN 2018 (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Wonogiri Nomor 93/Pid.Sus/2018)”.

Foto tersebut juga diunggah oleh akun instagram @dramaojol.id dan berhasil menarik lebih dari 19rb likes dan 200 komentar dari warganet. 

”min ane lulusssss sidsng skripsi, ternyata ngaspal dijalan tak berarti melunturkan semangat untuk meraih gelar sarjana. salam satu aspal min” ungkap Muhir dalam caption foto tersebut. Tak heran, beberapa ucapan selamat pun membanjiri kolom komentar tersebut.

 

Tak sedikit yang salut dengan kisah inspiratif Muhir yang bisa raih gelar sarjana meski menyambi sebagai pengemudi ojek online. 

“MasyaAllah selamat mas, Barakallah. semoga ilmunya bermanfaat bagi orang banyakkkk” ujar salah satu akun instagram bernama @stftmaaah 

Kaum hawa kl dpt yg begini dipertahankan ya… semoga berkah yah selamat selamat selamat.” ujar @rarna_furi, 

Mantap ojol juga sarjana!” celoteh @rizkyrezaa21 ,

Alhamdulillah kalo liat gini termotivasi terus” kata @dickyjunaedi_.

Tak hanya itu, postingan tersebut juga mengundang tanggapan dari beberapa mahasiswa Unas. 

Wiii satu almamater kita, salam kampus perjuangan” ungkap @vsinulingga_ 

“Uuhh satu almamater kita ka, selamat ya ka atas kelulusannya sukses terus ka Semangat” tanggap @naylikhofifah 

“Mantan kampus gue ini @unas1949 .. dan gue bangga pernah jd mahasiswi di kampus @unas1949 dengan gelar s.ikom,” ujar @marshadesf.

Sekadar informasi, akun @dramaojol.id merupakan wadah berbagi pengalaman dari para pengemudi ojek online yang memiliki lebih dari 900rb pengikut di Instagram.

Ditemui oleh tim Humas Unas pada Kamis (5/9), Muhir mengatakan, menggunakan jaket ojol saat sidang merupakan rencananya untuk membuktikan bahwa pekerjaannya itu tak menghambatnya untuk lulus. “Saya mau membuktikan bahwa profesi saya ini adalah pekerjaan yang menyenangkan, meski sering panas-panasan dan hujan-hujanan di jalan, namun ini bukan penghalang saya untuk kuliah. Malahan saya banyak dapat pelajaran selama narik,” jelasnya.

Bahkan dari pengakuannya pun, Muhir sempat menyempatkan waktu untuk bekerja sebelum sidang. “Sebelum sidang juga saya sempat dapat 2 trip, lumayanlah bisa menghilangkan rasa degdegan dan biar nggak tegang juga,” ungkapnya. Atas pencapaiannya itu, ia mengaku bangga bisa mengapresiasi kinerjanya sebagai ojek online di ruang sidang. Menurutnya, bekerja sebagai ojek online pun tak menganggu konsentrasinya sama sekali untuk belajar.

Alhamdulillah, nggak pernah keganggu sama sekali kuliahnya. Harus pintar bagi-bagi waktu juga sih.. biasanya saya narik sebelum masuk dan pulang kuliah karena suka ngambil jadwal agak siang. Yaa sempetin lah 30 menit sebelum masuk kelas sudah on the way kampus,” jelasnya.

Menurut pria yang hobi naik gunung ini, selain mengumpulkan pundi-pundi rupiah, melalui ojek online ia juga mendapatkan beberapa pelajaran hidup. “Saya setiap hari ketemu orang baru dan dari orang-orang itu saya belajar banyak banget, dapet pengalaman yang beda-beda juga dari berbagai profesi, mulai dari orang kantoran, mahasiswa, ibu-ibu, kadang juga saya ajak diskusi di motor,” katanya.

Pelajaran inilah yang membuat Muhir menjadi semakin semangat untuk bertemu orang baru setiap harinya. Walau niatnya itu sempat tidak diyakini oleh kedua orang tuanya, namun ia bisa meyakini akan tetap menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa dengan lulus tepat waktu. “Pesan orang tua cuman kuliah yang benar, jangan sampai kuliahnya jadi keganggu. Niat awal saya padahal cuman gimana caranya biar bisa dapetin uang 5ribu, tapi ternyata semakin lama dijalanin semakin enak,” imbuh Muhir yang juga pebisnis baju gamis ini.

Mantan pendiri Himpunan Mahasiswa Hukum Unas itu berharap, para mahasiswa bisa lebih semangat kuliah dan selalu bersemangat dalam berkarya. “Jangan pernah takut untuk gagal dan ambilah semua kesempatan yang ada di depan mata misalnya soal pekerjaan. Apapun itu yang bisa dikerjakan yang penting halal. Jangan pernah malu, jika orang lain menganggap rendah namun bermanfaat buat kita kenapa enggak? kita harus ambil pengalamannya,” jelas Muhir. “Yakinlah dengan semua cita-cita kita, terus berjuang untuk orang tua, agama, dan bangsa,” tambah pria yang gemar backpacker ini.

Disinggung mengenai kegiatannya setelah lulus, Muhir mengatakan ia akan tetap bergelut di dunia ojek online untuk sampingannya guna mencari lebih banyak cerita dan pengalaman. “Saya nggak akan meninggalkan ojek online karena disinilah cikal bakal saya menemukan jati diri,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan terima kasihnya kepada Unas yang telah menerima mahasiswa dari kalangan apapun. Ia berharap Unas dapat mencetak lulusan yang memiliki pengalaman serta mental yang kuat sehingga mampu mencatat sejarah kemajuan anak bangsa Indonesia. Wah, terima kasih kembali Muhir sudah menginspirasi kami semua. Semangat terus ya!