Melalui Profesi Kesehatan, Alumni Pascasarjana UNAS Berpartisipasi Aktif Dalam Penanganan Covid-19

Jakarta (UNAS)  – Sudah setahun lebih, terhitung sejak awal Maret 2020 pandemi virus covid-19 melanda Indonesia. Sampai detik ini pun angka penyebaran penularan virus masih tergolong tinggi. Pemerintah, aparat, swasta, dan masyarakat telah bekerjasama dalam menanggulangi penyebaran virus covid-19. Terlebih para tenaga kesehatan (nakes) yang merupakan garda terdepan dalam penanganan pasien covid-19 di Indonesia telah bekerja tanpa mengenal lelah demi harapan kesembuhan setiap pasien yang terkonfirmasi positif covid-19.

Sebagai salah satu institusi pendidikan, Universitas Nasional senantiasa aktif dalam membantu pemerintah dalam menangani dan menanggulangi penyebaran virus covid-19. Berbagai cara dalam membantu penanganan pandemi covid-19 telah ditempuh oleh segenap civitas akademika Universitas Nasional mulai dari penyelenggaraan vaksin di kampus termasuk juga kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang digerakkan oleh mahasiswa begitu juga dengan para alumni yang ikut serta dalam penanganan covid-19.

Rikman Sohriadhana, salah satu alumni pascasarjana magister manajemen Universitas Nasional telah berperan aktif dalam membantu para pasien di rumah sakit yang terpapar covid-19. Ia bertugas di Rumah Sakit Qadr, Tangerang sebagai Kepala Instalasi Radiologi dan Ketua Komite Mutu Rumah Sakit Qadr.

Selama pandemi, pria berumur 41 tahun itu mengatakan sejumlah tugas ia kerjakan termasuk menjadi tenaga kesehatan di unit radiografer dalam penanganan pandemi di ruangan isolasi perawatan covid-19 sejak Maret 2020 sampai sekarang. Selain itu, ia juga bertugas dalam peningkatan mutu pelayanan, manajemen risiko dan keselamatan pasien.

“Alhamdulillah dengan niatan bekerja sebagai bentuk ibadah, segala sesuatunya bisa dikerjakan dengan baik, walaupun situasi & kondisi yang kita hadapi belum tentu sesuai dengan ekspektasi yang kita harapkan,” ujar pria kelahiran 20 Agustus 1979 itu.

Ia juga menceritakan bahwa selama ia bekerja sebagai tenaga kesehatan di masa pandemi, banyak para pasien yang belum memahami dan peduli tentang bahaya nya virus dengan kode SARS-CoV-2 itu. Menurutnya hal itu, menyulitkan para tenaga untuk dapat menyembuhkan para pasien.

Knowledge & Awareness pasien terkait pandemi covid-19 masih rendah, banyak pasien datang ke RS sudah dalam fase kritis, tentunya ini menyulitkan kita untuk bisa mengoptimalkan penyembuhan,” tutur Rikman kepada tim humas UNAS, pada Senin (12/7).

Adapun pengalaman yang ia tidak bisa lupakan adalah ketika melihat rekan sejawatnya harus pergi menghadap pencipta akibat terinfeksi covid-19.

Di akhir wawancaranya, Rikman berharap bahwa agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan ketat sebagai usaha untuk tidak terpapar covid-19. “Tingkatkan pengetahuan dan perbanyak informasi dari sumber terpercaya terkait apa itu covid-19, pencegahan dan pengobatannya, Don’t be a Covidiot,” harapnya.

Rikman sendiri merupakan seorang tenaga kesehatan, latar belakang pendidikannya adalah D3-Radiodiagnostik, S1 Fisika Medis, dan S2 Manajemen. (*DMS)