Mahasiswa Manajemen Raih Juara Pertama dalam Tiga Perlombaan Karya Sastra

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Jakarta (Unas) – Munaja Tulloh, Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nasional (Unas), raih juara pertama dalam tiga perlombaan karya sastra, pada 12 September hingga 14 Oktober 2021. Prestasi tersebut diraihnya dalam lomba cipta puisi tingkat nasional, menulis buku dengan judul ‘fantasy’,x serta sebagai penulis terbaik dalam buku ‘1000 Penyair Indonesia’.

Dalam keterangannya, mahasiswa semester 6 itu mengaku memang gemar menulis karya sastra seperti puisi dan cerpen. Ia juga ingin menyalurkan bakat dan potensinya dalam bidang sastra dan keaktoran khususnya menulis dan membaca puisi.

“Meskipun bukan dari jurusan sastra, saya merasa harus memiliki kemampuan tersebut agar bisa bersaing dengan sastrawan lainnya. Selain itu, saya juga ingin berpartisipasi dan menyemarakkan lomba-lomba puisi,” ujarnya.

Disinggung mengenai karya sastra tersebut, Munaja mengatakan bahwa Ia membuat tiga tema puisi yang dilombakan dalam ajang cipta puisi tingkat nasional. Adapun tema yang pertama ialah ‘Maha Guru’. Melalui tema tersebut, Munaja menuturkan ingin memberikan sebuah penghargaan dan ucapan terima kasih kepada guru.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas jasa para guru yang telah diberikan kepada saya. Menurut saya guru juga merupakan orang tua kedua yang membimbing saya agar bisa mengikuti jejaknya,” imbuh Munaja. 

Tema kedua yang diangkat ialah mengenai ‘Sang Penimba Ilmu’. Munaja berpendapat, canggihnya perkembangan jaman saat ini membuat adab dan budi pekerti sudah mulai pupus dalam jiwa para mahasiswa. “Oleh sebab itu, saya mengambil tema ini agar mengetahui bagaimana kewajiban seorang mahasiswa kepada para dosen,” katanya.

Besarnya dampak ekonomi saat pandemi melanda, Munaja memutuskan mengambil tema ‘Bersua di Era Pandemi” sebagai puisi ketiga. Ia menuturkan bahwa banyak jutaan manusia yang menjerit dengan susahnya kehidupan dalam era pandemi.

“Melalui tema ini saya ingin memberikan gambaran untuk generasi muda di masa mendatang agar mengetahui bagaimana perjuangan orang tua dan setiap manusia di kala pandemi melanda,” jelasnya.

Sementara itu,  sebagai penulis terbaik dalam buku buku ‘1000 Penyair Indonesia’, Munaja berkolaborasi dengan penulis lainnya, dan diikuti oleh 1.875 peserta yang turut berpartisipasi dalam perlombaan ini. Dalam penulisannya, Ia menggambarkan bagaimana selayaknya seorang murid menghormati para dosen, serta menaati semua kewajiban sebagai mahasiswa.

Di sisi lain, dalam penulisan buku berjudul ‘fantasy’, Munaja menuturkan bahwa Ia melewati beberapa tahapan atau proses penulisan yakni menentukan tema, menulis draft atau kerangka tulisan, melakukan penulisan dan penyuntingan, serta mendisribusikan tulisan.

“Tema itu merupakan hal yang harus ditentukan di awal. Dimana puisi tersebut akan baik, menarik, dan menginspirasi bergantung dari tema yang dibuat. Kemudian kerangka tulisan merupakan penjabaran dari diskusi atau pencarian referensi yang memudahkan penyusunan buku, lalu menulis dan penyuntingan supaya lebih sempurna, dan terakhir dibagikan ke pembaca pertama bisa seperti saudara, dan teman,” jelasnya.

Munaja menambahkann bahwa dalam proses penulisan karya sastra tersebut, Ia membutuhkan waktu kurang lebih 4 hari. Menurutnya, menganalisa puisi termasuk hal yang paling menantang dalam studi sastra. Ia juga harus memilih kata-kata yang tepat untuk mempresentasikan hal yang ingin disampaikan tanpa boros kata.

Ia berharap, perlombaan ini bisa memotivasi generasi muda untuk bisa meningkatkan minat membaca dan pemahaman mengenai karya sastra. “Dengan adanya minat baca yang tinggi, maka tidak menutup kemungkinan bahwa masyarakat Indonesia akan memiliki wawasan yang luas, sehingga menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,” tutupnya.

Atas kemenangannya itu, Munaja  mendapatkan sertifikat kejuaraan, sertifikat partisipasi, sertifikat kepenulisan, buku hasil lomba, serta sejumlah uang tunai. Perlombaan tersebut dihelat oleh Lintang Indonesia dan PT. Zona Media Mandiri Group, serta buku ‘1000 Penyair Indonesia’ dan ‘Fantasy’ diterbitkan oleh Yayasan Tasik Zona Barokah. (NIS)

Berita Terbaru
Chat with Us!