Mahasiswa Prodi. Administrasi Publik UNAS, Lakukan PPM di Kampung UMKM Babakan NTB

Program Pengabdian Masyarakat (PPM) yang dilakukan berupa Collaborative Research kepada pelaku usaha UMKM Desa Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sehingga diharapkan mampu bertahan di era pandemi dengan mempertahankan kualitas yang dihasilkan.  

 Jakarta (Unas) – Pandemi Covid-19 membuat masyarakat dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menjalankan usaha mereka. Melihat dampak tersebut semakin lama menggerus roda perekonomian Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),  maka diperlukan berbagai langkah strategis untuk dapat bertahan di era pandemi.

Kampung UMKM Desa Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan desa yang masih menerapkan nilai gotong royong dengan tujuan kebersamaan dan kesejahteraan ekonomi bersama. Nilai tersebut melibatkan seluruh masyarakat di Kampung Babakan untuk menjadi pengusaha lokal UMKM. 

Melihat hal tersebut, Ketua Program Studi  Administrasi Publik FISIP Unas, Dr. Bhakti Nur Avianto, S.I.P., M.Si. mengatakan, nilai gotong royong tersebut menurut perspektif administrasi publik dapat disebarluaskan baik melalui media elektronik, jurnal, maupun buku-buku kewirausahaan dengan keterlibatan pemerintah, swasta, maupun masyarakat. 

“Oleh sebab itu, kami mahasiswa dan dosen melakukan PPM di desa tersebut dengan menggunakan program yang sudah berjalan secara berkelanjutan dari tahun sebelumnya yakni collaborative research,” jelasnya saat dihubungi oleh Humas Unas, pada Rabu (10/03). Kegiatan ini berlangsung pada 3 – 8 Maret 2021 serta melibatkan 50 mahasiswa dari angkatan 2018 dan 2019 dengan 4 dosen pendamping. 

Dia melanjutkan, penelitian dilakukan dengan keterlibatan antara dosen dan mahasiswa yang diawali dengan survey, pengolahan data, wawancara informan dan pelaku usaha UMKM, stakeholderprivate sector, serta tetap menggandeng peran pemerintah dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM Kota Mataram. 

Sementara itu, tambah Bhakti, adapun inovasi terbaru yang dilakukan oleh mahasiswa pada kegiatan ini ialah memberikan dukungan komodifikasi produk unggulan melalui peran digital Google dengan label khas Pariwisata Kampung Babakan. 

“Melalui kontribusi ini diharapkan pelaku usaha UMKM mampu bertahan di era pandemi, tentunya dengan mempertahankan kualitas produk yang dihasilkan dan juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya. 

Dosen prodi Administrasi Publik itu berharap, melalui kegiatan PPM mahasiswa dapat belajar observasi penelitian yang sesungguhya dengan memperhatikan norma, etika, dan sikap ketika berpaparan langsung dengan obyek yang diteliti, juga tetap mengedepankan substansi akademik keilmuan administrasi publik yang pada akhirnya mahasiswa dapat mendalami cara meneliti dengan baik dan benar. 

Dilansir dari suarantb.com, Founder Kampung UMKM Babakan, Herman, A.Md., menyambut baik kedatangan para mahasiswa yang menjadikan Kampung UMKM Babakan sebagai objek penelitian. Dia berharap hasil penelitian ini nantinya disampaikan juga kepada pihaknya. ‘’Apa yang menjadi kekurangan, supaya kami benahi ke depan,’’ cetusnya. 

Sejak diluncurkannya Kampung UMKM Babakan, kata Herman, pihaknya sering kedatangan tamu-tamu penting. Baik dari pemerintah maupun swasta. ‘’Sering kita terima tamu mereka yang penasaran dengan Kampung UMKM Babakan,’’ katanya. Anggota DPRD Kota Mataram ini mengaku, kunjungan dari Unas adalah kunjungan dengan jumlah peserta paling banyak.

‘’Kalau dulu kan lima orang sampai 10 orang. Ini yang besar dari Universitas Nasional Jakarta,’’ katanya. Para mahasiswa, lanjut Herman ingin mengetahui bagaimana kampung UMKM Babakan tetap eksis. ‘’Strategi kami di dalam membentuk brand image baru, kami melakukan strategi digital marketing. Kami ada kerjasama dengan berbagai pihak,’’ pungkasnya.(*NIS)