Mahasiswa Agroteknologi Universitas Nasional Jakarta Adakan KKL di Desa Tulus Rejo

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Mahasiswa Agroteknologi Mengadakan KKL

Jakarta (UNAS) – Program Studi Agroteknologi Universitas Nasional mengadakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Tulus Rejo Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur. KKL diikuti oleh 32 mahasiswa dengan 2 orang dosen pendamping yang dilaksanakan pada 1-10 Oktober 2021.

Tiba di Desa Tulus Rejo pada Jumat (1/10/2021) sore hari, rombongan disambut langsung oleh Kepala Desa Tulus Rejo H. Hartono, S.P., beserta perangkat desa. Camat Pekalongan Slamet Haryanto, S.E., M.M., Babinsa Desa Serda Boimin, Ketua BPD Dariman, dan Pendamping Desa Tulus Rejo Adhi Wicaksono, S.Pd.

Tema yang diambil adalah “Peningkatan Produksi dan Produktifitas Tanaman Pangan dan Hortikultura dalam Menghadapi Persaingan Pasar Global”. Dosen pendamping Ir. Wayan Rawiniwati, M.Si dan Dr. Ir. Luluk Prihastuti Ekowahyuni, M.Si., turut memberikan sambutan dalam acara pembukaan. Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Desa Tulus Rejo atas kerja sama yang baik serta berharap para mahasiswa Agroteknologi UNAS dapat menjadi agen perubahan serta berguna dalam pembangunan desa.

Sementara itu, Camat Pekalongan Slamet Haryanto, S.E., M.M., mengharapkan agar para mahasiswa dapat melakukan KKL dengan baik dan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktifitas. “Kita semua harus saling menjaga karena masih dalam masa pandemi,” tegas Slamet.

Pada kesempatan lain, Daus panggilan akrabnya, menyampaikan bahwa Desa Tulus Rejo terkenal dengan budidaya tanaman bibit jenis tanaman buah dan tanaman hortikultura lainnya. Namun penjualan hasil pertaniannya ikut terdampak Covid-19.

“Karena di desa ini, saat mewawancarai petani, mereka mengatakan cukup terdampak Covid-19 karena hasil dari pertanian mereka selama belakangan ini tidak bisa diterima atau tidak bisa dipasarkan banyak. Memang kendala covid dan juga skala pemasaran yang masih ke pasar-pasar lokal disekitar desa ini saja,” tutur Daus kepada tim Humas saat dihubungi melalui telepon.

Selama tiga hari pertama, mahasiswa akan melakukan pengambilan data dengan petani yang selanjutnya akan diadakan program pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat akan diisi dengan kegiatan pengolahan hasil pertanian berbasis komoditas buah-buahan khas Lampung. Hasil akhir dari KKL akan dibuat dalam bentuk laporan yang akan diuji dalam sidang oleh dosen-dosen kemudian disebarluaskan serta dapat ditulis dalam bentuk jurnal. (*SRJ/ARS)

Berita Terbaru
Chat with Us!