LPPM Nilai dan Evaluasi Penelitian Dosen

Jakarta (UNAS) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nasional (UNAS) menyelenggarakan seminar hasil penelitian hibah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KEMENRISTEKDIKTI) tahun 2018, pada Kamis (6/12). Kegiatan ini dilaksanakan untuk melakukan penilaian dan mengevaluasi terhadap hasil akhir penelitian yang dilakukan para dosen.

Ditemui setelah acara, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Prof. Dr. Ernawati Sinaga, MS, Apt. mengatakan kegiatan seminar ini merupakan forum untuk memaparkan hasil akhir penelitian dalam upaya mempertanggung jawabkan karya ilmiahnya. “Seluruh elemen penelitian akan dinilai dan memiliki poin tersendiri,” ujarnya di Ruang Rapat LPPM Selasar Lantai III UNAS.

Dalam penilaian hasil penelitian ini, terdapat empat kriteria penilaian diantaranya pertama cakupan dan dampak hasil penelitian (lokal, nasional, dan atau regional) dengan bobot nilai 30%, kedua luaran penelitian (pemberdayaan masyarakat, hak cipta intelektual, publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional, serta bahan ajar) dengan bobot 35 %, ketiga tingkat pemanfaatan hasil penelitian bobot 25%, dan keempat kesiapan dan kemampuan mempresentasikan hasil dengan bobot 10%.

“Kegiatan ini merupakan tahapan akhir atas hasil penelitian dosen yang mendapatkan hibah dan kegiatan ini diwajibkan oleh DIKTI,” ucapnya. Ia menambahkan, UNAS sendiri telah masuk ke dalam cluster utama yang memiliki kewenangan dan wajib melaksanakan seminar hasil penelitian dosen.

Lebih lanjut, Erna menjelaskan bahwa saat ini DIKTI sangat konsen terhadap capaian luaran penelitian yang dilakukan oleh dosen. Menurutnya, capaian luaran penelitian harus mencapai target. “Jika tidak seratus persen berarti masih ada kekurangan dan akan berdampak kepada hibah-hibah selanjutnya,” jelas Erna yang juga bertindak sebagai reviewer dalam kegiatan ini.

Terkait dengan capaian hal apa saja yang harus dipenuhi oleh dosen, Erna mengungkapkan bahwa harus memenuhi empat capaian. “Artikel jurnal yang diterbitkan jurnal ilmiah internasional, buku, hak kekayaan intelektual, dan model teknologi tepat guna,” kata Erna.

Dalam akhir wawancaranya, Ia berharap agar peneliti UNAS dapat terdorong untuk meningkatkan kualitas penelitiannya dan dapat melebihi dari janji penelitian. (*DMS).