Berhasil Bergelar Doktor Ekonomi, Molina Lakukan Penelitian Kegiatan Pasar Modal Tingkat Asia Tenggara

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Dosen UNAS Lakukan Penelitian tingkat Asia Tenggara

Jakarta (Unas) – Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nasional (Unas), Molina lakukan penelitian tingkat Asia Tenggara raih gelar doktor bidang Ilmu Ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.

Gelar doktor tersebut diraih Molina usai mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka di FEB Unhas, Makassar, pada Kamis (31/03/2022). Adapun disertasi yang diangkat berjudul ‘Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Terhadap Kualitas Laba Dengan Karakteristik Perusahaan dan Kualitas Audit Sebagai Variabel Mediasi (Studi Empiris Lintas Negara di Asia Tenggara)’.

Berdasarkan data dalam disertasinya, Molina mengatakan penelitian ini merujuk pada hasil penelitian yang disampaikan Menicucci 2020 dengan menggunakan perbedaan objek dan lokasi penelitian sebagai kesenjangan penelitian (gap research).

“Penelitian ini bisa memberikan kontribusi bukti data empiris yang lebih komperhensif untuk pengukuran kualitas laba, khususnya di negara berkembang terutama kawasan Asia Tenggara atau ASEAN,” tuturnya dalam disertasi tersebut.

Ia melanjutkan, beberapa dekade terakhir, penelitian mengenai masalah kualitas laba lebih banyak merujuk pada pembahasan untuk perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Eropa dan Amerika, dan tentunya berbeda jika konsep dan penerapannya dilakukan di wilayah negara berkembang.

“Hal ini yang mendasari dilakukannya penelitian ini untuk mengambil sampel penelitian dengan menggunakan sampel perusahaan lintas negara, khususnya pada perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan ASEAN dengan kultur dan budaya regional yang relatif banyak berbeda dan merupakan representasi secara umum untuk wilayah negara berkembang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Molina mengatakan, penelitian dilakukan dari tahun 2017 hingga 2019 dengan menggunakan data analisis antar negara dan membatasi hanya pada negara-negara di ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Philipina, Singapura, dan Vietnam. Kelima negara tersebut merupakan anggota dari Asean Capital Market Forum (ACMF) dan merepresentasikan data untuk pembahasan mekanisme corporate governance pada wilayah negara berkembang.

Molina saat sidang S3 di UNHAS
Molina saat sidang S3 di UNHAS

Corporate governance atau tata kelola perusahaan merupakan mekanisme pengawasan atau monitoring dalam perusahaan. Dengan adanya pengawasan, maka kualitas laba dapat dipertahankan. Beberapa hasil penelitian pun menjelaskan bahwa mekanisme corporate governance berpengaruh terhadap kualitas laba,” paparnya.

Ia menambahkan, mekanisme corporate governance tersebut bisa mempengaruhi dan meningkatkan penilaian terhadap perusahaan adalah karena adanya kemampuan untuk memperbaiki kualitas dalam pelaporan keuangan, yaitu kualitas laba.

“Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pada perusahaan publik sebagai penelitian lintas negara dalam kawasan ASEAN, mekanisme corporate governance terhadap kualitas laba berpengaruh negatif dan signifikan. Sedangkan, pada masing-masing negara, hal ini berpengaruh dengan arah dan signifikansi yang bervariasi,” imbuhnya.

Ia melanjukan, pengaruh yang positif dan signifikan diperoleh untuk analisis pada perusahaan publik yang ada di Malaysia, Phlipina, dan Thailand. Sementara pengaruh yang negatif dan signifikan terjadi pada perusahaan publik yang berada di Indonesia dan Singapura.

Molina berharap, hasil penelitian ini dapat memberikan implikasi praktis bagi para investor yang melakukan kegiatan investasi pada pasar modal di kawasan Asia Tenggara, juga para manajer atau manajemen perusahaan-perusahaan publik yang terdaftar pada pasar modal di negara-negara pada kawasan tersebut.

“Ketika menilai mekanisme corporate governance suatu perusahaan, investor dan manajer tidak hanya harus mempertimbangkan kepatuhan terhadap peraturan, tetapi juga faktor pencapaian kinerja dan lingkungan bisnis dimana perusahaan beroperasi. Hal ini disebabkan karena faktor itu dapat berkontribusi pada efektivitas mekanisme corporate governance,” tutupnya.

Dalam sidang tersebut, Molina dipromotori oleh Prof. Dr. Mediaty, S.E, M.Si., Ak., Ca., serta Dr. Asri Usman, S.E., M.Si.,Ak., CA., CRP.,CRA. dan Dr. Bambang Subiyanto, S.E, M.Ak., CPA. selaku ko promotor.

Adapun tim penilai internal yakni Prof. Dr. Haliah, SE., M.Si., Ak., CA, Dr. Andi Kusumawati, SE., M.Si., Ak., CA, Dr. Syamsuddin, M.Si., Ak., CA dan Dr. Muhammad Sobarsyah, SE., M. Si internal, serta Dr. Median Wilestari, S.E., M.Si, MM., Ak., CA., selaku penilai eksternal. (NIS)

Berita Terbaru
Chat with Us!