Lewat Monitoring Media, Ajak Mahasiswa Kritis Terhadap Konten Media

JAKARTA (UNAS) – Sebagai pembekalan bagi mahasiswa untuk melatih keterampilan menganalisis isi media, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Nasional, Menggelar Workshop Communication bertemakan “Monitoring Media : Meningkatkan Keterampilan dan Menganalisis Konten Media Secara Efektif”. Dalam acara ini turut mengundang Thomas Bambang Pamungkas sebagai Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi DKI Jakarta sekaligus Instruktur dan Nursatyo, S.Sos., M.Si sebagai moderator.

Saat ditemui usai acara, Thomas Bambang Pamungkas mengatakan penyiaran perlu di monitoring untuk mencegah monopoli terhadap isi konten yang disajikan kepada masyarakat. “Penyiaran di indonesia perlu diatur karena jika tidak diatur atau diawasi akan terjadi penguasaan atau terjadinya monopoli terhadap media. Maka dari itu lembaga penyiaran hadir untuk melakukan pengaturan serta pengawasan,”ujar Thomas di Aula Blok 1 lantai 4 Universitas Nasional, Senin (22/1).

Menurut Thomas, kondisi penyiaran di Indonesia sudah mengalami perkembangan untuk perbaikan konten-konten meskipun masih harus ada pembenahan. Lanjutnya, pelaku-pelaku produksi siaran televisi harus mematuhi aturan-aturan atau etika yang disepakati bersama.

Penyiaran di indonesia dalam tataran teknologi sudah siap dan dapat bersaing namun tidak dibarengi dengan regulasi yang ada. Tambahnya, menjadi tugas pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi I bersama-sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia Pusat dan KPID membuat regulasi untuk mengatur konten penayangan yang sudah bervariasi serta menghentikan pengaruh Ownership terhadap media.

“Saya cukup mengapresiasi tinggi acara monitoring media ini dan selamat bagi mahasiswa Komunikasi Universitas Nasional yang telah berhasil mengadakan acara ini dan kedepannya acara ini bisa diselenggarakan tiap tahunnya dengan mengundang narasumber-narasumber dari berbagai kalangan serta saya mengharapkan mahasiswa dapat mensosialisasikan monitoring media kepada adik-adiknya,” tutup pria lulusan Strata I di Universitas Diponegoro itu.

Ditemui usai acara, Galuh selaku peserta workshop yang juga tercatat sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Nasional mengatakan, banyak mendapat ilmu tentang bagaimana cara memonitoring suatu media. Ia juga mengatakan selain ingin mengetahui cara memonitoring media, wanita berjilbab itu ingin mendapatkan sertifikat.

“Disamping ingin mengetahui dunia penyiaran saya juga ingin mendapat sertifikat sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah dan menjadi bukti kompetensi mahasiswa untuk terjun ke dunia kerja” tutupnya.

Kegiatan Workshop Communication ini diselenggarakan selama tiga hari yaitu pada (22-24/1), bertempat di Ruang Aula Blok 1 Lantai 4, Ruang Teater Blok 3 lantai 4, dan Ruang Seminar Blok 1 Lantai 3. Dengan masing masing konsentrasi yaitu Jurnalistik, Hubungan Masyarakat, dan Periklanan. (*DMS)