Dubes Korea – Asiana Airlines, Donasi Buku-Buku Korea

JAKARTA ( UNAS) –  Korean Wave memang sedang booming di Indonesia, tidak terkecuali di Jakarta. Dampaknya, generasi muda banyak yang tertarik untuk mempelajari bahasa dan budaya Korea. Sebagai satu-satunya Universitas Swasta yang membuka pendidikan Bahasa Korea, baik untuk jenjang DIII maupun S1, Universitas Nasional menjadi tujuan utama untuk mendalami bahasa korea sebagai sebuah keilmuan.

Animo masyarakat untuk mempelajari bahasa dan budaya Korea meningkat tajam. Hal ini terlihat dari jumlah mahasiswa baru program studi DIII Bahasa Korea maupun S1 Bahasa Korea. Meskipun baru dibuka tahun ini, jumlah mahasiswa baru S1 Bahasa Korea, mencapai hampir 100 orang. Sedangkan mahasiswa DIII Bahasa Korea terus meningkat dari tahun ke tahun.

Melihat tingginya animo masyarakat Indonesia untuk belajar bahasa dan budaya Korea, King Sejong Foundation Korea membuka King Sejong Institute (KSI) Jakarta, yang berlokasi di kampus Universitas Nasional, dan merupakan hasil kerjasama antara UNAS dengan Catholic University of Daegu, Korea Selatan.

Belum lama ini, King Sejong Institute Jakarta, menerima donasi buku dari King Sejong Foundation dan Asiana Airlines, Korea Selatan. Pemberian buku ini, turut dihadiri oleh Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, perwakilan Asiana Airlines serta pimpinan Universitas Nasional dan Catholic University of Daegu, Korea Selatan.

Dalam sambutannya Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama Universitas Nasional, Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt sangat mengapresiasi kegiatan kali ini. Peminatan bahasa korea, ungkapnya, dalam beberapa tahun terakhir ini memiliki progress yang sangat bagus. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya mahasiswa – mahasiswa yang mendaftarkan diri di UNAS  untuk mengambil program studi bahasa korea. Oleh sebab itu, lanjutnya, hadirnya KSI menjadi stimulan untuk membantu mengembangkan minat dan bakat para generasi muda yang memang memiliki keinginan dan ketertarikan akan budaya dan bahasa korea khususnya untuk wilayah Jakarta.

“ Saat ini  bagi masyarakat yang ingin mengobati dahaga mereka terhadap bahasa, budaya serta kesusastraan korea  silahkan saja mendaftarkan diri di KSI yang berlokasi di UNAS.  Sebenarnya UNAS sudah telah lama memprediksi bahwa bahasa korea akan menjadi salah satu bagian internasional yang memang banyak diminati oleh generasi muda. Hal ini terbukti dengan didirikannya Akademi Bahasa Nasional ( ABANAS) pada tahun 1997 di Universitas Nasional. Oleh karena itu dengan adanya sarana dan prasarana yang mendukung seperti fasilitas ruangan kelas yang nyaman serta banyaknya buku –buku yang dimiliki oleh KSI maka ini bisa menjadi salah satu bahan bagi mahasiswa didalam mereka melakukan penelitian ataupun sekedar melatih  kemahiran mereka dalam berbahasa korea,’’ ujar Prof. Erna di Aula Blok IV Universitas Nasional, Rabu (6/12).

Ditemui diruangannya, Kepala Program Studi DIII Bahasa Korea, Fitri Meutia, S.S., M.,A mengatakan bahwa 300 buku yang diberikan oleh KSI Foudation adalah buku terbaru mengenai sejarah dan budaya Korea. “Ini merupakan kesempatan yang bagus bagi kami karena anak-anak yang belajar Bahasa Korea, kini tidak perlu pergi jauh untuk mencari literatur. Biasanya, mereka harus pergi ke Korean Culture Center di Central Park, Jakarta Barat untuk mendapatkan buku literatur tentang Korea. Dengan adanya donasi buku ke KSI Jakarta hanya tinggal selangkah saja bagi mereka untuk mendapatkan referensi buku terupdate. Sehingga, ini sangat membantu mahasiswa untuk menyelesaikan tugas kuliah maupun tugas akhirnya,’’ papar Meutia.

Ia menambahkan, ketersediaan buku-buku Korea terutama buku pelajaran memang digalakkan. Yang banyak, lanjutnya, adalah buku tentang sejarah dan budaya korea. Namun, untuk buku pelajaran, pihanya masih terus berupaya untuk menambah koleksi buku. Untuk itu, lanjut Meutia, pihaknya terus berupaya untuk memperluas jaringan kerjasama ke berbagai universitas untuk mendapatkan buku pelajaran terkini. Catholic University of Daegu belum lama ini turut menyumbang buku pelajaran tentang Korea.

“Kami berharap masih ada donatur-donatur yang ingin memberikan buku-buku pelajaran bahasa Korea sehingga kami dapat mengupdate dan mengimplementasikannya,” tutupnya. Acara  pada kali ini ditutup dengan penyerahan secara simbolis buku berbahasa korea yang diberikan oleh King Sejong Institute Foundation.