Ketua PPI UNAS Kenalkan Pendekatan Islam Menjaga Lingkungan

Jakarta (UNAS)- Menjaga kelestarian lingkungan alam merupakan kewajiban sekaligus tanggung jawab kita bersama sebagai sesama makhluk. Hal ini kita lakukan demi menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan sekitar kita. Lingkungan merupakan tempat bagi manusia dan makhluk hidup lainnya untuk bertahan hidup, berkembang biak dan sebagai satu kesatuan pada kondisi suatu ruang dimana manusia terikat di dalamnya.

Dr. Fachruddin Mangunjaya

Dalam dakwahnya, Ketua Pusat Pengajian Islam (PPI) UNAS, Dr. Fachruddin Mangunjaya menyampaikan “ bahwa, Islam merupakan agama yang bisa di contoh dalam menjaga lingkungan hidup,Agama juga dapat memberikan lensa penting untuk memahami pandangan manusia terhadap dunia. Sikap dan perilaku terkait isu-isu utama seperti, perubahan sosial dan lingkungan. Agama juga bisa memobilisasi penganutnya untuk menjaga gaya hidup dan menjaga keberlangsungan konservasi keanekaragaman hayati ”.

Lingkungan hidup dibedakan menjadi dua yaitu yang pertama; lingkungan biotik dan kedua lingkungan abiotik. Penjelasan lingkungan biotik merupakan lingkungan yang hidup, misalnya tanah, pepohonan, dan lain-lain. Sementara untuk lingkungan abiotik mencakup benda-benda tidak hidup, misalnya rumah, gedung, dan tiang listrik. Namun seiring berkembangnya manusia, kebutuhan terhadap ruang dan penggunaan teknologi yang semakin tinggi di era globalisasi membuat lingkungan lambat laun mengalami perubahan.

Hubungan timbal balik yang seharusnya bisa selaras antara manusia dengan alam mengalami gangguan, perusakan alam menimbulkan bencana yang mengancam dunia, dalam hal manusia menjadi korban sekaligus pelaku dari perusakan lingkungan.

Keuangan yang dikelola dalam islam bisa membantu untuk melestarikan keanekaragaman hayati. “Tahun 2015, Islam Finance mengeluarkan fatwa yang memungkinkan penggunaan zakat, infaq dan shodaqoh untuk membangun fasilitas air menggunakan uang kita untuk sedekah, adanya hutan wakaf, dari tanah wakaf yang diberikan bisa dijadikan hutan dari dana wakaf tersebut, kemudian tahun 2018, pembentukan Obligasi hijau yang berdaulat sukuk dalam memanfaatkan keuangan swasta untuk pembangunan berkelanjutan”, ujarnya saat menyampaikan materi diskusi “Unity in Diversity for the World’s Sustainabilty” dalam buku Civic Engagement in Asia di Universitas Gajah Mada pada Sabtu (7/11). (TIN)

Bagikan :

Info Mahasiswa

Related Post

FBP UNAS Sambut Mahasiswa Baru Lewat PLBA 2025: Tekankan Peran Gen Z untuk Ketahanan Pangan Nasional
Waspada Terorisme, Prodi HI Gelar Seminar Nasional Kejahatan Transnasional
Kunjungann Menteri Penasihat Pendidikan Kedutaan Besar Malaysia, Jakarta ke UNAS
FIKES UNAS Gelar Pelatihan BTCLS bagi Calon Ners
Mahasiswa Agroteknologi Lakukan Kunjungan Ilmiah ke Balittri dan Edy’s Farm
Universitas Nasional Accounting Fair (UNAF) 2021

Kategori Artikel

Berita Terbaru

Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2025/2026

Hari : RABU

SESI : 1

Tanggal : 24 September 2025

Pukul : 07.00 – 12.00 WIB

Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

SESI : 2

Pukul : 13.00 – 16.00 WIB

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  2. FAKULTAS HUKUM
  3. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  4. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

Hari : Kamis

Tanggal 25 September 2025

Pukul : 07.00 – 16.00 WIB

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
  5. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  6. FAKULTAS HUKUM
  7. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  8. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional