Juara 2 Tingkat Nasional Lomba Business Plan, Mahasiswi Ilkom UNAS Ciptakan Produk Berbasis Socio-Preneur dan Eco-Friendly

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Jakarta (UNAS) – Siapa yang tidak ingin menjadi pebisnis sukses? Siapa yang tidak mau ciptakan produk atau jasa buatannya diminati dan dibeli oleh banyak orang? Setiap orang yang bercita-cita menjadi pebisnis, tentu memimpikan hal itu. Namun demikian, di era yang semakin kompetitif seperti saat ini, menjadi seorang pebisnis tidaklah semudah yang dibayangkan.

Agar mampu bersaing dengan para kompetitor dan bisa diterima pasar, maka diperlukan sebuah konsep, ide, dan inovasi bisnis yang unik dan menarik. Hal itulah yang dimiliki oleh Dhavira Renaldhia, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nasional (UNAS). Dia adalah sang Juara 2 Tingkat Nasional dalam Kegiatan Lomba Business Plan yang diadakan di UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah.

Dhavira Renaldhia, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nasional (UNAS).

Siapa sangka, Dhavira yang awalnya hanya mencoba mengikuti kompetisi business plan untuk memanfaatkan waktu di tingkat akhir perkuliahannya sebaik mungkin ini, justru berhasil dinobatkan sebagai juara kedua. Mahasiswi Ilkom angkatan 2019 ini menjelaskan, bahwa dirinya mengikuti lomba ini dengan waktu persiapan yang cukup singkat. Sebab, menurut Dhavira, perlombaan business plan ini dimulai tidak lama setelah dirinya mengikuti bimbingan skripsi.

“Setelah bimbingan skripsi, saya langsung mengerjakan proposal lomba ini. Beberapa hari kemudian berangkat ke Semarang untuk mempresentasikan proposal bisnis saya sebagai finalis”, kata Dhavira saat dihubungi pada Kamis (01/12/2022).

Dhavira menerangkan, dia sebetulnya memang telah memiliki sebuah ide bisnis yang belum pernah dilombakan dan dipublikasikan. Konsep bisnis tersebut dia beri nama Sachet of Life. Sachet of Life, ujar Dhavira, merupakan sebuah produk agribisnis berupa bibit instan di dalam kemasan cassava plastic yang dapat diurai. Jadi, di dalam satu kemasan terdapat bibit, media tanam (pupuk), kemasan pouch (sebagai pengganti pot) dan kartu cara penanaman.

“Diharapkan tanaman yang sudah ditanam dalam pouch dapat dipindahkan ke tanah terbuka, dan langsung ditanam dengan pouchnya agar dapat langsung terurai. Sehingga, produk ini berbasis socio-preneur dan eco-friendly”, katanya.

Konsep bisnis tersebut dia beri nama Sachet of Life.

Konsep, ide dan inovasi yang unik dan menarik tersebutlah yang pada akhirnya berhasil mengantarkan Dhavira meraih Juara 2 Tingkat Nasional dalam Kegiatan Lomba Business Plan dari acara “Special Event Cooperative National (SPECTA) 2022″ yang diadakan di UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah pada 19 Oktober 2022 lalu.

Meskipun ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa, namun Dhavira meyakini dan berharap, bahwa keberhasilan ini adalah sebuah langkah dan perjalanan awal. Dirinya lantas mendedikasikan piala ini untuk sang Ibu Neneng Amas, almarhum Ayahnya Reko Yudhanto, juga almarhum Adiknya M. Enricko. Dhavira pun berharap, teman-teman lainnya juga dapat terus mencetak prestasi lain yg lebih baik.

“Semoga piala ini bukan menjadi awal dan bukanlah akhir. Kita tak akan pernah tahu hasil jika kita tidak pernah mencobanya. Lomba bukan hanya soal menang atau kalah, tapi lomba bisa memberitahu dan mengasah skill utama yang kita miliki”, tutup Dhavira. (Umair)

 

 

Berita Terbaru
Chat with Us!