Generasi Muda Perlu Melek Isu Lingkungan Hidup

Jakarta (Unas) – Pada era ini, banyak cara yang dapat dilakukan oleh generasi muda untuk bisa turut andil dalam mempertahankan kelestarian lingkungan. Kontribusi generasi muda dalam isu lingkungan hidup sangat dibutuhkan mengingat mereka sebagai pemegang kendali dalam kehidupan bermasyarakat di masa depan.

Dosen biologi Universitas Nasional (Unas), Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si. mengatakan, mengajarkan generasi muda dalam isu lingkungan penting dilakukan sejak dini. Pada era teknologi saat ini, wadah yang dapat dilakukan melalui platform di media sosial yang ramai sedang digandrungi oleh generasi muda.

“Sebetulnya banyak cara yang bisa dilakukan ya salah satunya melalui medsos. Kalau untuk dari segi pendidikan di universitas misalnya, sudah ada kurikulum sendiri tentang biologi dan lingkungan, atau bisa juga menumbuhkan sikap peduli lingkungan mulai dari sekitar lokasi tempat tinggal bagi anak-anak sekolah,” ujarnya saat talkshow virtual ‘Yang Muda Yang Berkarya: Membuka Mata Isu Lingkungan Hidup untuk Generasi Muda dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2020’, Jumat (12/06).

Senada dengan hal tersebut, Ulfa Ainisyifa dari Biodiversity Warrios KEHATI juga mengatakan, mengenalkan isu lingkungan dapat dimulai sejak dini saat masih proses belajar mengajar, sehingga saat dewasa mereka sudah ingat bahwa lingkungan itu penting untuk dijaga.

“Kita bisa mengenalkan isu lingkungan itu dengan cara yang santai dan asyik, misalnya, mengajak anak muda belajar di outdoor dan langsung melihat lingkungan sekitar kemudian diselipklan dengan games. Jadi nggak hanya materi saja tetapi juga penuh kreasi, sehingga dari sana mereka bisa paham karena pembawaan yang menarik,” tutur alumni Fakultas Biologi Unas itu. Ia juga mengajak anak muda untuk terus melakukan perubahan demi bumi dan lingkungan yang lebih baik. Hal ini bisa dimulai dari diri sendiri lalu mengajak orang lain untuk melakukannya.

Di sisi lain, pembicara Gusti Wicaksono dari Yayasan Orangutan Indonesia juga mengatakan, peranan generasi muda dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup harus dioptimalkan. “Sebanyak 23 persen kelompok milenial-centenial di Indonesia yang melek teknologi sehingga mereka memiliki potensi yang besar untuk melakukan aksi-aksi lingkungan. Mereka dapat mulai dari melihat kondisi isu lokal kemudian naik ke regional dan nasional,” jelasnya.

Dalam akhir presentasinya, Gusti mengajak generasi muda untuk bergerak bersama merawat alam dan membangun kembali hubungan baik dengan alam. “Lebih tepatnya sekarang kita butuh aksi dan peranan besar sebagai generasi muda,” tambahnya.

Pernyataan tersebut didukung oleh David Herman Jaya dari Javan Rhino Exhibition yang mengungkapkan, aksi yang bisa membuka mata generasi muda agar melek isu lingkungan dapat dilihat dari kebiasaan anak muda saat ini yang dekat dengan kehidupan internet.

“Internet dapat membuat mereka setara dalam menyampaikan dan menerima informasi. Oleh sebab itu ini bisa dijadikan wadah berkolaborasi antara generasi muda dengan orang dalam disiplin ilmu yang lain, sehingga ini bisa jadi sarana yang dimanfaatkan untuk menyampaikan gagasan tentang isu lingkungan,” katanya.

David juga mengimbau kenapa anak muda untuk tidak takut mengungkapkan sebuah ide dan berpikir yang unik guna melahirkan aksi-aksi tentang isu lingkungan. “Semoga yang masih ragu – ragu dalam menyelamatkan lingkungan bisa yakin dan mungkin bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah adanya pandemi Covid-19,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Founder Yayasan Generasi Biologi Indonesia Badrut Tamam mengatakan, dalam upaya menjaga lingkungan, hal kecil yang bisa dilakukan dapat dimulai dari diri sendiri, misalnya, membawa tas sendiri saat belanja untuk mengurangi penggunaan plastik, jadi sebisa mungkin meminimalisir sampah.

“Kadang-kadang orang bingung konsep dasar ketika mendengar isu-isu lingkungan, sulit membedakan antara hoaks atau fakta, jadi seenggaknya dalam upaya melindungi lingkungan kita bisa sadar dari hal – hal kecil dahulu yang terjadi di sekitar kita dan apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. (#NIS)