Galang Kerjasama dengan Pemda Selayar, UNAS Siap Kelola Kawasan Pesisir

JAKARTA – Universitas Nasional (UNAS) melakukan pertemuan kerjasama dan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Selayar, pada Senin (16/07). Kerjasama tersebut membahas mengenai rencana pengembangan kawasan pesisir di Kabupaten Selayar, khususnya di Pulau Tambolongan dan Polassi yang merupakan wilayah transisi dari kawasan Cagar Biosfer Taka Bonerate, Kepulauan Selayar.

Bertempat di Kantor Bupati Kabupaten Selayar, pertemuan itu diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama UNAS, Prof. Dr. Ernawati Sinaga, Direktur Centre for Sustainable Energy and Resources Management (CSERM), Dr. Sugardjito, dan Programme Manager proyek GCRF Blue Communities Indonesia, Agung Iswadi.

“Program kerjasama yang akan dijalankan hingga tahun 2021 ini lebih diarahkan kepada 2 kegiatan utama, yaitu edukasi dan penyadartahuan tentang local good practices dalam pemanfaatan sumber daya alam, serta pengembangan ekonomi kreatif dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui pengembangan ekowisata dan peningkatan nilai produk local,” ujar Agung. 

Selain kegiatan itu, lanjutnya, UNAS juga akan menggarap pengembangan ekowisata di wilayah Hutan Kenari yang terdapat di Dusun Gojang, Desa Bontomarannu, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Selayar. Tak hanya itu, CSERM-UNAS juga akan bekerjasama dengan stakeholder lokal dan internasional untuk mengadakan kajian potensi energi terbarukan yang tersedia di Kepulauan Selayar. Kajian potensi energi terbarukan ini akan dilaksanakan dengan kolaborasi antara CSERM-UNAS dan International Centre of Island Technology, Heriot Watt University.

“Program pengembangan kawasan pesisir di wilayah transisi Cagar Biosfer Taka Bonerate, Kepulauan Selayar ini merupakan program 4 tahun bernama “Blue Communities” yang didanani oleh Global Challenge Research Fund (GCRF) dari Pemerintah Inggris.  Cagar Biosfer sendiri merupakan kawasan pembangunan berkelanjutan yang memadukan kepentingan pembangunan ekonomi dengan konservasi sumber daya alam untuk keseimbangan manusia dengan alam,” tambahnya.

Wilayah cagar biosfer Taka Bonerate, Kepulauan Selayar terdiri dari tiga  zona, yaitu  Zona inti (core zone) yang merupakan kawasan Taman Nasional Taka Bonerate sebagai area pelestarian dan perlindungan keanekaragaman hayati, Zona penyangga (buffer zone) adalah wilayah yang mengelilingi atau berdampingan atau bersebelahan dengan area inti dan fungsinya adalah untuk melindungi area inti dari dampak kegiatan manusia, dan Zona transisi (transition zone) yaitu kawasan terluas untuk kerjasama dengan masyarakat lokal dalam bentuk kegiatan pengembangan berbagai model pembangunan berkelanjutan, dimana berbagai pihak pemilik kawasan ini bersama-sama dengan pemangku kepentingan lainnya mengembangkan pengelolaan sumberdaya alam di kawasan tersebut.

Sementara itu, dalam pelaksanaan pengembangan kawasan pesisir, UNAS berkolaborasi dengan Exeter University, Plymouth Marine Laboratory dan Plymouth University. GCRF Blue Communities memiliki 4 lokasi kajian yang dijadikan studi kasus di Asia Tenggara, dan Selayar dipilih sebagai lokasi studi kasus untuk indonesia.

Bersamaan dengan penandatangan MoU antara UNAS dan Pemerintah Daerah Kabupaten Selayar, juga diadakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Centre for Sustainable Energy and Resources Management (CSERM) dengan Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Selayar. Kerjasama ini ditempuh juga dalam rangka mendukung kegiatan pengembangan kawasan pesisir di Pulau Selayar, terutamanya di wilayah transisi dari kawasan Cagar Biosfer Taka Bonerate – Kepulauan Selayar.