UNAS Tingkatkan Infrastruktur Untuk Kuliah Online

Jakarta (UNAS) – Universitas Nasional terus menggalakkan perkuliahan online yang akan dilakukan melalui sistem Blended Learning pada semester ganjil tahun akademik 2019/2020. Guna mendukung hal tersebut, UNAS secara bertahap terus berusaha untuk meningkatkan kualitas infrastruktur. Peningkatan infrastruktur juga menjadi sangat penting untuk meningkatkan mobilitas perkuliahan online sehingga dapat berjalan dengan maksimal dan optimal.

Kepala Badan Pengelola Sistem Informasi (BPSI) UNAS, Novi Dian Nathasia, S.Kom, MMSI. menjelaskan peningkatan kualitas infrastruktur guna mendukung perkuliahan online dilakukan dengan memperbaiki/menambah konektivitas jaringan serta pembuatan studio pembelajaran kulian online.

“Kita akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur baik itu memperbaiki, menambah, dan membangun. Dan saat ini sedang ada perbaikan infrastruktur seperti upgrade server dan peningkatan bandwidth untuk persiapan semester ganjil besok kemudian upgrade Learning Management System (LMS) /web kuliah dengan versi terbaru dan juga pembuatan studio rekam untuk create content pembelajaran,” kata Novi saat dihubungi via WA pada Kamis (25/7).

Novi menuturkan, sampai saat ini terdapat 60 unit akses poin yang dipasang di setiap titik yang sudah ditentukan. Sehingga seluruh area UNAS dapat tercover oleh jaringan internet tanpa kabel (hotspot). Selain itu, juga terdapat enam unit server yang digunakan untuk mengakses web kuliah, streaming, dan cyber library untuk mengoptimalkan kinerja dari web kuliah.

“Server-server ini memiliki spesifikasi yang jauh lebih baik. Saat ini pembangunan masih dalam tahap pertama. Peningkatan infrastruktur ini akan dilakukan dalam dua tahap,” paparnya. Ia pun memastikan untuk semester depan infrastruktur untuk menunjang perkuliahan online dapat digunakan secara maksimal. “Kami pastikan siap 100 persen saat semester  ganjil. Karena sekarang sedang proses pengerjaan,” ungkapnya.

Dalam menggaungkan metode blended learning ini, UNAS telah dan sedang melakukan sosialisasi kepada dosen-dosen yang nantinya akan menyampaikan langsung ke mahasiswanya. Tidak hanya itu, dosen juga dibekali pelatihan pembelajaran blended learning. “Sejauh ini sosialisasi terus dilakukan, bersamaan dengan dilakukannya pelatihan terhadap dosen-dosen sehingga proses kuliah online berjalan dengan baik,” ungkap Novi.

Universitas Nasional berkomitmen menerapkan model pembelajaran blended learning yang memadukan keunggulan teknologi sebagai media serta tatap muka untuk melakukan interaksi antara dosen dan mahasiswa. Hal ini sejalan dengan program yang ditetapkan oleh Universitas Nasional menuju cyber university  serta mengikuti perkembangan teknologi yang telah memasuki era 4.0. 

Selain penerapan metode blended learning dalam pembelajaran, Universitas Nasional juga menerapkan metode e-learning terhadap manajemen penyelenggaraan akademik, yang telah menggunakan teknologi informasi, internet, analisis big data dan komputerisasi sehingga manajemen akademik di Universitas Nasional menjadi lebih efektif dan efisien serta mampu menunjang pencapaian kinerja tinggi. (*DMS)