Franky Sihaloho Mahasiswa S2 Manajemen Yang Lakukan PKM Melalui Profesi Kesehatan

Pelayanan Kesehatan di bidang radiologi di Rumah Sakit Mitra Keluarga dengan keterlibatan salah satu Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Nasional sebagai tanggung jawab dalam penanganan wabah Covid-19

Jakarta (UNAS) – Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Nasional Franky Sihaloho ikut serta dalam penanganan wabah Covid-19. Hal ini diwujudkan dalam bentuk memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Cikarang.

Dalam keterangannya, pria kelahiran 09 November 1981 itu mengatakan bahwa hal ini sebagai pelaksanaan tridharma perguruan tinggi dengan mengabdikan kepada masyarakat melalui profesi kesehatan di tengah pandemi covid-19. Ia pun menekankan bahwa ditengah pandemi saat ini, layanan kesehatan perlu ditingkatkan dan menjadi hal yang paling penting.

“Saya menekankan bahwa dalam menghadapi pandemi ini sektor yang paling penting adalah pelayanan kesehatan sehingga orang-orang yang terjangkit virus Covid-19 dapat diselamatkan,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Franky ini juga mengungkapkan bahwa ditengah kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, ia bertekad untuk terus memberikan kontribusi untuk melayani para pasien. “Kami menolong, membantu saudara-saudara dan masyarakat yang sangat membutuhkan di tengah ketakutan dan kekhawatiran mereka. Dan kami sepenuhnya akan mengabdikan diri kami dalam pelayanan ini sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian kami dalam memerangi wabah ini,” terang Franky.

Ketika ditanya kendala yang dihadapi selama menangani pasien covid-19, ia menuturkan bahwa kendala yang terjadi adalah kelelahan saat memakai alat pelindung diri atau hazmat, tidak boleh makan, minum dan buang air pada waktu yang sembarangan serta dalam penempatan pasien di ruangan pemeriksaan selalu tidak tepat sehingga dampak penularan besar.

Sejumlah pekerjaan Franky kerjakan diantaranya memilah dan mengantarkan pasien ke ruangan pemeriksaan covid-19, membantu perawat mengambil resep obat ke unit farmasi hingga memastikan pasien tersebut pulang kerumah dan tidak kemana-mana jika pasien tersebut disarankan isolasi mandiri.

Pria berusia 39 tahun ini mengungkapkan bahwa pengalaman melihat banyaknya pasien yang terpapar covid-19 hingga meninggal maupun sembuh adalah momen yang takkan pernah ia lupakan dan menjadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk terus berkontribusi melayani masyarakat. “Melihat begitu banyak perjalanan pasien datang dengan terpapar covid-19 hingga dirawat dan meninggal dan disisi lain banyak juga yang sembuh dan pulih,” katanya saat diwawancarai oleh tim humas UNAS melalui Whatsapp, Senin (12/7).

Franky berharap agar masyarakat mengikuti semua aturan, protokol kesehatan, vaksin , makan dan minum yang menambah asupan gizi untuk meningkatkan imun. “Karena dengan menjalankan semua itu pun masih bisa saja terpapar. Bagaimana jika tidak menjalankan itu semua sudah bisa dipastikan akan memperburuk kesehatan masyarakat dan sekitarnya,” ujarnya. (*DMS)