FBS UNAS Sukses adakan Lokakarya Pemetaan dan Penelitian Sastra

Jakarta  (UNAS) – Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional sukses menggelar lokakarya pada Senin (15/3) secara daring. Lokakarya yang bertemakan “ Pemetaan Sastra dan Penelitian Sastra” tersebut mengundang Peneliti Ahli Utama di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Drs, Puji santosa, M. Hum., APU.

Pada lokakarya, Drs, Puji santosa, M. Hum., APU menjelaskan bahwa dalam menulis sebuah penelitian ada tiga komponen yang tidak boleh dilupakan. “ Dalam menulis sebuah penelitian ada tiga pemetaan komponen yang tidak boleh dilupakan, yaitu pertama peneliti, objek dan penelitian itu sendiri. Penelitian dilakukan tidak dengan tiba-tiba tetapi berproses sistematis.” jelasnya.

Drs, Puji santosa, M. Hum., APU

Puji menambahkan dalam penulisan penelitian sastra terdapat beberapa sistematika yang lazim digunakan peneliti untuk menulis karyanya. “Sistematik yang lazim digunakan peneliti itu adalah kronologi yang berhubungan dengan waktu masa dan saat, kemudian ada kausal yang berisikan sebab akibat, sintetis ini penulisan dengan cara mengutarakan hal-hal yang bersifat khusus kemudian ke yang bersifat umum atau sebaliknya, ada apresiatif penulisan berdasarkan baik-buruk, untung-rugi, salah-benar, kemudian lokal atau ruang dan yang terakhir adalah alfabetis yang biasanya digunakan untuk menyusun daftar pustaka ini semua perlu dilihat dan diperhatikan,” terang Puji dalam maternya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional Drs. Somadi, M.Pd menyatakan keprihatinannya terhadap terkikisnya sastra saat ini. “ Kami dengan sengaja melakukan kegiatan ini di awal semester, supaya bapak dan ibu dosen betul-betul fokus dan konsentrasi pada penelitian kesastraan karena dalam kurikulum Pendidikan Menengah sudah mulai terkikis dan aktivitas di masyarakat juga mulai berkurang hanya pada kegiatan akademik di Fakultas Sastra yang sekarang sudah banyak diganti dengan Fakultas Budaya sehingga kata sastra menjadi termajirnalkan” paparnya.

Drs. Somadi, M.Pd

Dalam sambutannya, Somadi berharap kegiatan ini bisa mengembangkan keilmuan di bidang sastra dan menghasilkan penelitian sastra publikasi. “ Mudah-mudahan pertemuan kita ini bisa membangun kembali kitah sastra pada dunianya, kegiatan yang bertujuan untuk melakukan Tri Dharma ini kami ingin mengembangkan keilmuan di bidang sastra dengan pemetaan dan penelitian sastra,” tutupnya. (*TIN)