Fakultas Ekonomi Ajak Mahasiswa Berinvestasi

JAKARTA – Mempersiapkan kebutuhan di masa depan penting dilakukan bagi mahasiswa saat ini, salah satunya adalah menabung. Namun, dengan menabung saja tidak cukup, uang perlu diinvestasikan agar pertumbuhannya lebih cepat dan memberi hasil yang lebih tinggi. Dengan hal ini, seseorang akan lebih mudah untuk mewujudkan tujuan hidup dimasa mendatang melalui dana yang disimpan secara teratur.

Mengenai hal tersebut,  Fakultas Ekonomi Universitas Nasional (UNAS) bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT. Mega Capital Indonesia melangsungkan pendidikan sekolah pasar modal, pada Kamis (4/12). Selain mengajak mahasiswa berinvestasi, kegiatan ini menjadi acara rutin Fakultas Ekonomi yang dilangsungkan sebagai salah satu syarat lulus ujian skripsi para mahasiswa.

“Melalui pelatihan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk melakukan investasi bagi masa depan. Selain itu, sebagai spesialis standar bagi karir mahasiswa di dunia kerja,” imbuh Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Suryono Efendi, S.E., MM. Dalam sambutannya.

Ia menambahkan melalui pelatihan ini lulusan tidak akan hanya bergantung pada ijazah atau transkip tetapi juga kompetensi yang ada dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). “Saya pikir ini kesempatan yang bagus bagi mahasiswa untuk mendalami investasi di pasar modal. Mudah-mudahan menjadi bagian yang sangat berarti untuk menambah kompetensi dibidang pasar modal mahasiwa,” tutupnya.

Bertempat di Ruang Seminar Blok 1 UNAS, Kegaitan ini diikuti oleh 50 mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ekonomi dan diisi dengan pemaparan materi oleh  Staf Divisi Pengembangan Wilayah Bursa Efek Indonesia, Hendra Pamungkas.

Dalam paparan materinya, Hendra mengatakan bahwa Investasi berarti mengorbankan uang hari ini untuk bisa mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi di masa depan. Menurutnya, penting bagi seseorang untuk melakukan investasi mengingat terus terjadinya Inflasi di Indonesia.

“Tanpa disadari kita tidak bisa menghindari inflasi derngan meningkatnya harga secara terus menerus diikuti dengan penurunan nilai uang, saat ini tinggal bagaimana cara kita supaya dapat mengontrol itu. Salah satunya adalah dengan investasi, dengan berinvestasi kita dapat mengelola aset agar mendapatkan hasil dikemudian hari,” tutur lulusan salah satu universitas swasta di Jakarta ini.

Tak hanya itu, lanjut Hendra, seseorang harus mewaspadai iming-iming investasi yang terjadi serta pintar memilih perusahaan. Saat ini telah banyak beredar penawaran investasi dengan janji-janji palsu, memaksa dengan bujuk rayu, dan modus dengn replikasi.

Untuk mengurangi modus tersebut menurut Hendra, terdapat beberapa langkah untuk memulai berinvestasi dengan baik diantaranya mengetahui tujuan investasi terlebih dahulu, kenali profil risiko, pelajari alternatif investasi, pahami tingkat resiko investasi, menentukan batas investasi, memanage investasi, memanfaatkan jasa professional, dan mempertahankan tujuan investasi.

“Gunakanlah prinsip dasar inovasi di pasar modal, pergunakan dana lebih, dapatkan informasi mengenai produk investasi sebanyak mungkin, jangan menempatkan seluruh dana investasi pada satu jenis instrumen yang sama, kenali perusahaan dimana berinvestasi, dan investasi secara berkala dengan orientasi jangka panjang. Jadilah investor yang pintar selama anda berinvestasi,” ujarnya. (*nis)