DUKUNG PENDIDIKAN BERBASIS ONLINE, UNAS KENALKAN HYBRID LEARNING MAGISTER BISNIS

JAKARTA (UNAS) – Universitas Nasional, Kampus Terakreditasi Insitusi dengan Nilai A (Sangat Baik) mengenalkan konsentrasi terbaru di jenjang pendidikan strata dua. Konsentrasi ini bernama Manajemen Bisnis yang akan menjadi salah satu konsentrasi ungulan di program studi Magister Manajemen, karena menerapkan metode Hybrid Learning.

Hybrid Learning memadukan antara sistem pembelajaran online dan onsite. Dimana mahasiswa Manajemen Bisnis nantinya akan mendapatkan perkuliahan dengan perbandingan pertemuan tatap muka sebesar 50 persen dan sisanya melalui sistem online, dari total 16 kali pertemuan dalam setiap semester. Materi perkuliahan online ini dibuat secara terencana dan terstruktur di 2 studio UNAS berteknologi terkini dengan peralatan yang didatangkan dari Korea.

‘’Hybrid Learning ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat yang berkeinginan untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasinya tanpa ada kendala jarak dan waktu.  Para pengajarnya bergelar professor dan doktor lulusan dari Universitas di dalam maupun luar negeri,’’ ujar Rektor Universitas Nasional, El Amry Bermawi Putera, dalam pidatonya pada wisuda  Periode I Tahun Akademik 2017/2018, di Jakarta Convention Center, Minggu (4/3).

Universitas Nasional menggandeng Cyber Hankuk University of Foreign Studies – salah satu universitas terbaik di Korea yang telah menerapkan sistem pembelajaran berbasis online pada program studi Manajemen Bisnis yang akan segera dibuka pada tahun akademik 2017/2018.

El Amry menambahkan, MBA merupakan salah satu program studi yang paling diminati di dunia. Sebagai pembanding, Amerika Serikat sebagai negara maju di dunia, jumlah mahasiswa yang mengambil program MBA/ Bisnis mencapai 30 persen dari total seluruh mahasiswa di negara adi daya tersebut. Indonesia, dengan jumlah penduduk sebesar 250 juta jiwa, seharusnya dapat meningkatkan peminatannya terhadap bidang kewirausahaan/ bisnis agar ekonomi negara menjadi lebih maju.

Senada dengan Rektor UNAS, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, setuju dengan diterapkannya pendidikan berbasis online. Ia pun mengapresiasi gagasan dari Rektor UNAS yang akan memberlangsungkan sistem pendidikan berbasis online tersebut. “Saya sangat mendukung rencana pendidikan online dan ini didukung oleh DPR. Menurut saya itu hal yang baik karena dapat menjangkau masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus dalam hal waktu dan jarak. Selain itu kami juga mendukung pemerintah, dengan menciptakan pendidikan yang cepat, terjangkau, dan efisien,” tandasnya.

 

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 menunjukkan, rasio wirausaha di Indonesia baru mencapai 3,10 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Jumlah ini, memang sudah meningkat dibandingkan dengan beberapa tahun lalu dimana rasio tersebut tidak mencapai 1 persen. Namun, apabila dibandingkan dengan pertumbuhan wirausaha di negara-negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura, Indonesia masih tertinggal jauh. Di Thailand, rasio wirausaha sebesar 4 persen, Malaysia mencapai 5 persen, dan di Singapura, rasionya mencapai 7 persen dari jumlah penduduk. Untuk itu, El Amry mengundang seluruh warga negara Indonesia untuk mengambil Manajemen Bisnis di Universitas Nasional dengan biaya yang sangat terjangkau dan dapat diselesaikan hanya dalam 3 semester saja.

 

Cyber Education

Perkembangan teknologi yang semakin pesat, turut mempengaruhi berbagai lini kehidupan, Dalam decade ke depan, revolusi industri ke-4 akan berkembang sepenuhnya dan kecerdasan buatan, internet untuksegalanya (Internet of Things), Mahadata, dan juga bioteknologi akan menjadi kata-kata umum dalam kehidupan sehari-hari.  Tak terkecuali system dan cara pengajaran di PerguruanTinggi.

‘’Revolusi industri ke-4 juga berarti kehidupan tanpa batas dalam konteks teknologi informasi dengan penggunaan daya dan data komputasi yang tidak terbatas, karena hal ini dipengaruhi oleh perkembangan Internet dan teknologi digital massif sebagai tulang punggung gerakan manusia dan mesin dan konektivitas. Era ini juga akan mempengaruhi bidang sains, teknologi dan pendidikan tinggi. Karena itu, kehadiran pendidikan berbasis online tidak terelakkan,’’ ungkap salah satu keynote speaker, Prof Jang Youn Cho, dalam orasinya berjudul Pentingnya Pendidikan Berbasis Online untuk Pembangunan Indonesia, di depan ratusan wisudawan Universitas Nasional periode I Tahun Akademik 2017/2018, di Jakarta Convention Centre (JCC), Minggu (4/3).

Menurut Rektor Hankuk University, Korea periode 2014 – 2017 dan salah satu pendiri Cyber Hankuk University of Foreign Studies ini, pendidikan berbasis online sangat penting khususnya untuk Indonesia yang merupakan Negara kepulauan, karena dapat memberikan akses pendidikan yang lebih merata kepada seluruh masyarakat Indonesia dimanapun mereka berada dan mengurangi pengangguran di Indonesia melalui sector pendidikan. Untuk itu, ia sangat mendukung langkah Universitas Nasional untuk menerapkan pendidikan berbasis online (cyber education) di Indonesia.