Dr. Fachruddin Sebut Kolaborasi Budaya dan Alam dapat Menjaga SDA Berkelanjutan

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Jakarta (Unas) – Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional (Unas), Dr. Fachruddin M. Mangunjaya, M.Si. menyebutkan, adanya kolaborasi budaya dan alam dapat memberikan perlindungan bagi Sumber Daya Alam (SDA) berkelanjutan.

Dr. Fachruddin M. Mangunjaya, M.Si.

“Saat ini telah banyak kawasan alam yang terdegradasi oleh arus modernisasi. Contohnya seperti lahan yang menjadi kawasan perumahan dan industri, sehingga menghilangkan dimensi alamiahnya,” jelasnya dalam kegiatan ‘Opening of the 11th International Graduate Students and Scholars’ Conference in Indonesia (IGSSCI) with the theme: “Culture, Technology and Social Transformation in the Quest for Human Dignity’, yang dihelat secara virtual, pada Rabu (24/03).

Menurut Fachruddin, menjaga alam adalah kunci kesejahteraan manusia dan berdampak pada ekosistem planet yang berkelanjutan. Oleh sebab itu, hal yang dapat dilakukan untuk menjaga SDA saat ialah dengan penggabungan budaya dan alam, misalnya dengan kegiatan kemasyarakatan yang mampu mengajak manusia untuk terlibat menjaga alam.

“Salah satu bentuk perlindungan alam melalui pendekatan budaya ialah tradisi Lubuk Larangan di Sumatra Barat. Lubuk Larangan merupakan kawasan yang telah disepakati bersama untuk dilarang mengambil ikan baik dengan cara apapun apalagi merusak lingkungan. Tradisi ini sudah ada sejak jaman dahulu dan masih dilestarikan oleh masyarakat hingga kini,” ujar Ketua Pusat Pengajian Islam (PPI) Unas itu.

Dia menambahkan, adanya Lubuk Larangan merupakan bentuk kearifan budaya yang dapat melestarikan alam serta menjaga kelangsungan hidup di dalamnya. Tradisi ini juga dapat mencegah kerusakan lingkungan sungai, melestarikan adat istiadat setempat, dan memperkuat integrasi dan kohesi sosial antar masyarakat. Melihat hal tersebut, Fachruddin mengatakan, Lubuk Larangan dapat menjadi contoh sebuah upaya menjaga kelestarian alam berkelanjutan. Namun, tetap mengedepankan budaya daerah.

Kegiatan IGSSCI ini digelar oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM). Konferensi ini,  diperuntukkan bagi akademisi, peneliti, dan praktisi Sekolah Pascasarjana untuk bertukar pengetahuan dan informasi dalam area ilmu sosial dan teknologi secara luas.(NIS) 

Berita Terbaru
Chat with Us!