Kunjungi Kampus, SEKJEN DIKTI Buka Puasa Bersama Jajaran Pimpinan UNAS

JAKARTA (UNAS) – Universitas Nasional kedatangan tamu istimewa pada Kamis (17/5). Adalah Sekretaris Jenderal Kementerian RISTEK dan DIKTI, Prof Ainun Na’im yang datang berkunjung ke Kampus UNAS Pejaten. Prof Ainun disambut jajaran lengkap pimpinan UNAS dan melakukan silaturahmi dan buka puasa bersama di hari pertama pelaksanaan puasa ramadhan, 1439 Hijriah. 
 
Prof Ainun yang tiba di kampus UNAS pada pukul 17. 55 WIB tersebut langsung disambut oleh Rektor Universitas Nasional, Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A dan Presiden Direktur PT Cyber Edu Inkor, Prof. Jang Youn Cho. Ketiganya langsung menuju ruang pertemuan rektorat untuk langsung berbuka puasa. Dalam ruangan tersebut, telah menunggu jajaran  Ketua Pengurus Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK), Dr. Ramlan Siregar, para Wakil Rektor UNAS dan jajaran pimpinan Fakultas dan Akademi Universitas Nasional serta perwakilan Sekolah Pascasarjana. Silaturahmi yang bertepatan dengan hari pertama puasa ini, dimulai dengan berbuka bersama dan dilanjutkan dengan sholat magrib di UNAS. 
 
”Kunjungan Pak Ainun, merupakan kehormatan bagi Universitas Nasional. Kedatangannya kali ini ke Universitas Nasional dalam rangka melihat studio cyber dan perekaman materi pembelajaran work ethics terkait dengan industri revolusi 4.0. Agenda lainnya adalah bertemu dengan jajaran pimpinan UNAS, Wakil Rektor dan Dekan untuk silaturahmi dan berbuka puasa bersama,” ungkap El Amry.
 
Dalam kunjungan singkatnya ini, Ainun menyampaikan bahwa studi cyber UNAS dan Edu Inkor merupakan salah satu yang terbaik di kawasan ASEAN. Ia pun sempat mencoba teknologi studio cyber dan melakukan perekaman materi perkuliahan. Aksinya ini direkam selama kurang lebih 5 menit, dimana Ainun berbicara tentang teknologi siber.
 
”Pada kesempatan ini saya akan berbicara mengenai revolusi industri yang keempat atau big data kalau yang dalam Bahasa Indonesianya disebut data yang besar. Revolusi industri yang keempat ini merupakan suatu keadaan bisa juga disebut zaman dimana orang dapat melakukan proses produksi barang atau jasa dengan cara baru yaitu yang didorong oleh teknologi cyber,” ujarnya di depan kamera. 
 
Ainun menambahkan, revolusi industri yang terjadi saat ini adalah revolusi industri yang keempat. Revolusi industri pertama, lanjutnya, adalah perubahan cara produksi barang dan jasa, yang diakibatkan oleh ditemukannya mesin uap, kemudian setelah itu yang kedua orang menemukan cara assembly system atau cara melakukan produksi masal, yang ketiga ada revolusi industri lagi yang disebabkan oleh elektronika, dan yang keempat ini yang didorong oleh teknologi cyber. (*mth)