Dosen dan Mahasiswa Fabiona Teliti Spons Laut di Pulau Seribu

Pulau Seribu (UNAS) – Fakultas Biologi kembali turun ke Pulau Seribu untuk melakukan penelitian biosprospeksi biota laut, khususnya spons laut yang saat ini sedang naik daun untuk diteliti. Penelitian yang melibatkan 2 orang dosen Biologi dan 6 orang mahasiswa ini berlangsung pada 9-10 Maret 2019. Penelitian ini dilakukan guna mencari bahan-bahan alam seperti spons laut yang dapat dimanfaatkan sebagai obat yang dapat dikomersilkan di masa depan.

Pengambilan sample dilakukan dengan menyelam (diving) pada kedalam 5 – 15 meter di bawah laut. Pengambilan Spon di dasar laut ini dilakukan dengan sangat hati-hati sehingga tidak merusak keberadaan terumbu karang atau ekositem yang ada.“Kami memegang prinsip konservasi, tidak mengambil biota laut dalam jumlah banyak karena resiko jangka panjangnya akan berkurang di alam,’’ ucap Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian pada masyarakat dan Kerjasama Universitas Nasional,Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt.

Tim dosen dan tim mahasiswa yang terlibat dalam penelitian Spon di Kepulauan Seribu

Setelah melakukan pengambilan sample, spon laut lalu dibersihan dan disimpan dalam tempat khusus dengan air laut yang sudah steril. Tahapan dilakukan guna menjaga Spon agar tetap stabil dan bebas dari bakteri.

‘’Kami mengambil tiap spesies dalam jumlah kecil untuk diuji aktivitas antibakteri dan antifungi nya dengan cara cepat menggunakan sampel jumlah kecil. Kemudian akan dilakukan analisis kandungan kimianya menggunakan GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometri), dan setelah itu dilakukan isolasi DNA microbiome nya. Kemudian kami akan mengisolasi beberapa mikroba endosimbionnya untuk diinvestigasi potensi medisinalnya,’’ ungkap Dosen fakultas Biologi Universitas Nasional, Dra. Noverita. MSi.

Spon yang siap dibawa ke lab setelah dibersihkan dan diberikan air laut steril
Spon yang siap dibawa ke lab setelah dibersihkan dan diberikan air laut steril

Cara ini sangat memudahkan dalam meneliti anti bakteri, anti mikroba dan anti jamur yang terdapat dalam Spon. “Cara cepat ini merupakan tahapan yang memudahkan para peneliti untuk mendapatkan data, kemudahan seperti inilah yang kami ajari kepada para mahasiswa yang tengah melakukan penelitian untuk pembuatan skripsi mereka,” tambah Prof Erna.

Hubungan antara mahasiswa dan dosen di Fakultas Biologi dalam kegiatan penelitian memang terbilang dekat. Dosen seringkali melibatkan mahasiswa untuk melakukan penelitian begitu pula sebaliknya, dosen membimbing mahasiswa melakukan penelitian untuk tugas akhir atau pembuatan skripsi. Hal ini sangat terlihat pada penelitian di Pulau Seribu.

Pesona Kepulauan Seribu#

‘’Kami sebagai mahasiswa sangat terbantu sewaktu penelitian jika ada dosen yang ikut, dan kami juga lebih bisa merasakan bahwa setiap penelitian itu tak selamanya harus sendiri, tim itu perlu ada agar setiap pengerjaan lebih ringan. Tak hanya itu, jika ada dosen yang ikut orang tua kami yang ada di rumah jauh lebih tenang dan percaya,’’ ungkap Suci salah seorang mahasiswa Fakultas Biologi yang ikut penelitian bioprospeksi Pulau Seribu.

Penelitan yang dilakukan di Kepulaun Seribu ini jelas menjadi pengalaman tersendiri bagi tim mahasiswa dan berharap hasil dari penelitian ini bisa dipakai pada dunia medis.( *AAP)