Beri Semangat Pembelajaran Awal Semester, Himabaja Adakan Sharing Session

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Jakarta (UNAS) – Belajar dirumah atau School From Home menjadi kebiasaan baru sejak tersebarnya pandemi Covid-19, Kebijakan tersebut diterapkan sebagai upaya memutuskan rantai penyebaran virus. Lantaran baru pertama kali diterapkan banyak suka duka yang dialami oleh para pelajar. Hima Sastra Jepang (HIMAJEP) pada kesempatan ini menggelar kegiatan Sharing Session untuk memberikan semangat belajar kepada mahasiswa Sastra Jepang.

Dalam kegiatan Sharing Session HIMAJEP mengundang beberapa senior yang sudah bekerja di Jepang antara lain; Nurmania Murni, S.S JINS INC. Japan, Nesya Dwita, S.S Part Time di Jepang, Frysilia Syanny, S.S Human Resources Coordinator di Japan dan Dani Rahman, S.S  General Manager PT Mandom Indonesia TBK. Kegiatan dilakukan melalui daring pada Sabtu (27/3) mengangkat tema “ Meraih Sukses Di Negeri Jepang” bersama dengan alumni UNAS Sastra Jepang yang bekerja di Jepang.

Pada sambutannya, Ketua Pelaksana Riandy Aji menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diadakan karena ingin meningkatkan semangat para mahasiswa untuk mengejar mimpinya. “Acara ini diadakan karena kami ingin meningkatkan semangat para mahasiswa untuk mengejar mimpinya yang ingin bekerja di Jepang sekaligus menjadi jembatan untuk para senior yang sudah lulus dan sudah bekerja di Jepang untuk membagikan pengalamannya kepada peserta, Oleh karena itu acara ini diharapkan dapat menambah semangat belajar,” jelas Aji.

Sementara itu, Murni Nurmania, S.S dalam ceritanya sebelum melamar pekerjaan di Jepang harus mempersiapkan CV yang menarik. “Untuk bekerja di Jepang, disini saya rangkum ada 3 tiga cara, bisa dengan cara masuk sekolah atau language school, bisa dengan magang atau bisa juga dengan melamar sebagai karyawan biasa. Sebelum mulai melamar pekerjaan di Jepang yang harus disiapkan pertama kali adalah CV, CV ini dibuat jadi 3, satu CV dengan bahasa Inggris, kedua dengan menggunakan template Jepang dan yang ketiga berupa video pengenalan,” papar Murni.

Senada dengan Murni, Nesya Dwita, S.S juga menceritakan bahwa untuk bekerja di Jepang, orang Indonesia dituntut untuk lebih disiplin. “Sama seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, disini saya akan menambahkan sedikit kalau di Jepang  itu harus lebih disiplin, terutama disiplin waktu karena di Jepang itu sangat tepat waktu,”tambahnya.

Frysilia Syanny, S.S juga menambahkan kalau bekerja di Jepang pekerjaan sepeti bersih-bersih ruang kerja dilakukan sendiri,” kalau di Indonesia biasanya kita ada OB  (Office Boy) yang membersihkan meja kita, nah di Jepang ini beda kita harus membersihkan sendiri termasuk membuang sampah. Itu yang kami lakukan sebelum bekerja dan di Jepang biasanya kerja mulai jam 10 pagi sampe jam 7 malam,” tutur Frysilia.

Pada kesempatan yang sama, Dani Rahman, S.S  General Manager PT Mandom Indonesia TBK memberikan tips dan trik  bagaimana cara mengatasi kompetisi bekerja di Jepang. “ Pertama adalah Prinsip kerja keras, kedua yaitu improvement, kemudian teamwork dan seniority ini yang harus dipelajari dulu sebelum melamar di perusahan Jepang atau di Jepang.” tutupnya (*TIN)

Berita Terbaru
Chat with Us!