Bahas Strategi Penyusunan Proposal PKM, Prodi Sosiologi Adakan Coaching Clinic

Jakarta (UNAS) – Program studi Sosiologi menyelenggarakan coaching clinic dengan tema ‘Strategi Penyusunan Proposal Program Kreatifitas Mahasiswa’. Acara ini diselenggarakan dalam rangka penyusunan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2021. UNAS sendiri telah lima tahun secara rutin mengikuti program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD) ini.

Kamaruddin Salim, S.Sos., M.Si. 

“Kegiatan PKM ini diselenggarakan oleh KEMENDIKBUD melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIRJEN DIKTI) setiap tahunnya dan Universitas Nasional sendiri telah lima tahun fokus untuk mengikuti program PKM ini,” ujar Dosen Program Studi Sosiologi Kamaruddin Salim, S.Sos., M.Si. dalam Coaching Clinic PKM pada Minggu, 14 Februari 2021.

Ia melanjutkan bahwa pada tahun 2008 UNAS pernah meraih hibah terkait dengan PKM ini. Hibah tersebut didapatkan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Fakultas Teknis dan Sains. Kamarudin pun berharap, coaching clinic ini dapat mendorong para mahasiswa menumbuhkan semangat untuk bisa aktif menciptakan banyak proposal.

“Jadi harapan kami melalui coaching clinic ini bisa mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kegiatan-kegiatan terutama PKM. Kita (Biromawa) tidak menargetkan harus ada berapa proposal tapi kita kembalikan ke prodi, namun intinya kita sama-sama mendorong mahasiswa untuk aktif melahirkan proposal di program PKM kali ini,” ungkap Kamarudin yang juga Kepala Biro Kemahasiswaan UNAS.

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan program yang diperuntukkan untuk mahasiswa tingkat sarjana di seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta. Tujuan diadakannya PKM ini, untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang berorientasi ke masa depan ditempa dengan transformasi perguruan tinggi. Sehingga mahasiswa menjadi lulusan yang adaptif, kompetitif, flexibel, produktif dan berdaya saing dengan karakter pancasila. Serta membimbing mahasiswa menjadi kreatif, inovatif, objektif, dan kooperatif dalam membangun keragaman intelektual.

Adapun program dalam PKM ini, diantaranya yaitu PKM Riset, PKM Kewirausahaan, PKM Pengabdian Masyarakat, PKM Penerapan Iptek dan PKM Karsa Cipta, PKM Gagasan, Futuristik, Konstruktif, PKM Artikel Ilmiah dan PKM Gagasan Tertulis.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Sosiologi FISIP UNAS Adilita Pramanti, S.Sos., M.Si. menyampaikan bahwa prodi sosiologi tidak hanya menargetkan proposal mahasiswanya lolos pada ajang PKM. Namun juga secara kolektif membangun pondasi untuk bisa mengharumkan nama baik Universitas Nasional khususnya di bidang kemahasiswaan.

Adilita Pramanti, S.Sos., M.Si. 

Ia menambahkan bahwa dalam PKM ini seluruh universitas negeri dan swasta diminta untuk berkompetisi memberikan ide dan gagasan yang berdasarkan inovasi dan kreatifitas. Dengan demikian, nantinya saat lulus mahasiswa dapat memiliki jejak dalam mengikuti kompetisi ilmiah.

“Jadi PKM ini salah satu tujuannya adalah untuk membantu para mahasiswa memberikan standar bagi perusahaan atau institusi bahwa mahasiswa memiliki prestasi atau jejak mengikuti kegiatan akademik sehingga perusahaan maupun institusi dapat menilai kemampuan mahasiswa,” kata Adilita.

Dalam kegiatan ini,  mahasiswa diberikan coaching clinic tentang bagaimana strategi pembuatan proposal PKM dengan mengikuti buku pedoman yang dikeluarkan oleh DIKTI. Dalam pembuatannya, mahasiswa akan dibimbing oleh dosen sesuai dengan tema proposal yang dibuat. “Dalam kesempatan ini, kita akan berdiskusi dan memahami, sebenarnya topik-topik sosiologi apa yang kita arahkan. Jadi harus digali secara dalam, apa yang menjadi kriteria dari PKM RISTEKDIKTI,” ucapnya.

Selain rutin mengikuti kegiatan PKM ini, UNAS juga turut aktif setiap tahunnya mengikuti kegiatan lainnya yang diselenggarakan oleh KEMENDIKBUD DIKTI yaitu National University Debating Championship (NUDC), Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI), Kompetisi Bisnis dan Manajemen Keuangan (KBMK), Kuliah Kerja Nyata Tematik Merajut Nusantara, Kejuaraan Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KN-MIPA/ONMIPA), Festival Film Mahasiswa Indonesia (FFMI) dan Pekan Olahraga Nasional (POMNAS). (*DMS)