Seminar P4M, Angkat HAM dan Toleransi Agama

Jakarta [UNAS] – Bicara mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) masih menjadi topik yang menarik untuk didiskusikan. Banyak kasus yang belum tuntas seperti kasus 1965, pasca reformasi kerusuhan 1998, kerusuhan Jogja, kasus Tanjung Priok dan lain-lain. Untuk itu Pusat Pengkajian dan Pengembangan Masyarakat (P4M) Universitas Nasional yang bekerjasama dengan The Institute of Democracy (ISDEM) mengadakan seminar yang bertajuk ‘Penegakan HAM Dalam Bingkai Pancasila dan UUD 1945’, Rabu (23/12).

Seminar serta diskusi ini mengundang TB Massa Djafar dari Universitas Nasional serta Nurul Zaman dari ANSOR. Dihadiri kurang lebih 100 mahasiswa, seminar ini digelar di ruang seminar blok 3 lantai 1.

TB Massa Jafar mengungkapkan bahwa apabila berbicara mengenai HAM hampir tidak punya pilihan karena HAM sudah menjadi bagian dari tatanan. “Itu sudah menjadi Depresional Human Right dan terus berkembang karena kita sebagai bangsa yang bergelar. Kita lebih konsen kepada HAM karena telah 350 tahun dijajah. Dimana HAM manusia itu tertindas selama 350 tahun,” ujarnya.

Seminar dan diskusi ini juga membahasa soal HAM dalam toleransi agama di Indonesia. Seperti yang dijelaskan TB Massa bahwa Indonesia memiliki jumlah gereja terbanyak di negara yang mayoritas agamanya adalah muslim.

Di akhir acara, Kepala P4M Diana Fawzia sebagai penutup menjelaskan bahwa HAM sifatnya bersifat berkembang. “Indonesia berasal dari suatu Nation atau kesatuan yang mempunyai nilai HAM yang berbeda dan harus kita gali. Saya ingin kita bangga menjadi bangsa Indonesia. Kita gali apa yang kita pilih. HAM tidak bisa lepas dari Hal Asasi Manusia,” ungkapnya. (Kontributor : Dian Afriliani)