King Sejong Institute Akan Menjadi Pusat Studi Korea di Jakarta

JAKARTA – Universitas Nasional (Unas) bersama dengan Catholic University of Daegu berencana membangun pusat studi budaya dan bahasa Korea, King Sejong Institute (KSI) pada tahun 2017. KSI adalah sebuah Institusi yang didanai oleh pemerintah Korea dibawah naungan Departemen Kebudayaan. Tujuannya yaitu mensosialisasikan budaya dan bahasa Korea di beberapa negara, salah satunya Indonesia yang terletak di Ibu kota Jakarta. Program yang sedang dirintis ini menjadi langkah baik bagi kedua belah pihak dalam dalam mendalami dan memahami seluk beluk tentang Korea.

Saat ini Unas dapat menjadi pusat kajian bagi para pelajar dan masyarakat Jakarta yang ingin mempelajari lebih jauh mengenai budaya dan bahasa Korea. Kesenjangan kemahiran berbahasa antarmasyarakat di suatu negara membuat KSI tergerak untuk menjadikan masyarakat di negara tersebut dapat menguasai bahasa asing selain bahasa Inggris. Dewasa ini masyarakat Jakarta lebih memahami K – Pop dan K – Drama dalam versi bahasa Inggris dibandingkan dengan versi bahasa Korea. Atas dasar itulah KSI di Jakarta gencar untuk terus mempromosikan tentang bagaimana menguasai bahasa dan kebudayaan Korea. Perlu diketahui juga saat ini negara Korea menduduki peringkat ke 4 terbesar di dunia dalam kategori dengan saham terbesar setelah Singapura, China, dan Malaysia. Maka dari itu, Korea terus mengembangkan bisnisnya terutama di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk yang besar. Bisnis ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi kedua belah pihak

Ditemui di Catholic University of Daegu, Doo Jin Song selaku Direktur Kerjasama Internasional universitas tersebut menggungkapkan bahwa langkah pertama yang akan ditempuh KSI yaitu membuka kelas bahasa Korea, tentunya dengan durasi 4 jam/minggu diselingi acara – acara budaya Korea. Selain memperdalam tentang budaya, masakan, bahasa, dan musik bahkan drama Korea, mereka juga berkesempatan untuk bergabung dengan perusahaan – perusahaan Korea yang ada di Jakarta dengan syarat harus mahir berbahasa Korea. “Saya berharap didirikannya KSI ini tidak hanya membuat masyarakat mahir berbahasa Korea, tapi juga dapat membentuk tenaga kerja yang mahir dalam segala hal tentang Korea. Berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan hanya segelintir orang saja yang mahir berbahasa Korea, begitu juga sebaliknya di Korea sendiri hanya ada beberapa orang saja yang mahir berbahasa Indonesia” tutupnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan langkah selanjutnya adalah dengan melanjutkan program penelitian – penelitian jangka panjang yang telah dirancang sebelumnnya. Dengan harapan mengentaskan kesenjangan berbahasa yang ada di dunia melalui cara mempelajari bahasa dan budaya Korea dengan baik dan benar sehingga tidak ada lagi hambatan dalam berkomunikasi. Khusus di Korea sendiri sudah didirikan kelas khusus belajar bahasa Indonesia, namun saat itu hanya sedikit mahasiswa Korea yang tertarik untuk mempelajarinya. Tetapi setelah adanya delegasi KSI untuk belajar bahasa Korea di Unas, maka semakin banyak mahasiswa Korea yang ingin mengikuti kelas bahasa Indonesia di Korea dengan tujuan dapat berkunjung ke Indonesia walaupun untuk sekedar berwisata.

“Dengan prospek bisnis yang menjanjikan nantinya kita akan membuka cabang di Jakarta dan Bandung, bagaimanapun penguasaan akan budaya di suatu negara yang berbeda itu sangat penting dan saya sangat yakin bahwa Unas memiliki program kelas Korea yang sangat baik dan dapat diandalkan untuk menggapai cita – cita kita”, ujar Doo Jin Song. Dengan ini diharapkan KSI dapat menjadi pelopor bagi terbentuknya kerja sama antar kedua negara, sehingga suatu saat bisa dengan mudah ditemukan orang Indonesia mahir berbicara bahasa Korea atau sebaliknya. Hal ini ditujukan agar mereka bisa saling berkomunikasi dan bekerja sama dengan lebih mudah.