Dari Salmuntori, Taekwondo Hingga K-Pop Dance

 

DAEGU (UNAS) – Hari terakhir kegiatan Daegu International Youth Camp ditutup dengan atraksi kesenian, olahraga dan musik Korea Selatan. Mahasiswa Universitas Nasional bersama peserta Youth Camp dari 15 negara lainnya tidak hanya dikenalkan namun juga merasakan pengalaman berinteraksi dengan kebudayaan Korea Selatan. 

Tampil sebagai atraksi pembuka adalah kesenian memainkan salmulnori, alat musik tradisional Korea Selatan. Terdapat empat alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul. Dua diantaranya seperti alat musik gendang yang ditabuh, lainnya adalah gong dengan ukuran yang berbeda. 

Mahasiswa Universitas Nasional yang mengikuti kegiatan ini, Nabela Bersenica mengatakan bahwa ini pengalaman baru yang dirasakan. “Bagus bisa mengenal kebudayaan negara lain, dan juga belajar memainkannya. Cara memainkannya juga tidak terlalu sulit, tidak sesulit gamelan,” katanya seusai mencoba alat musik tersebut, di Ruang Aula Kampis Catholic University of Daegu, Kamis (6/7). 

 Selain belajar cara memainkan alat musik tradisional Korea Selatan, peserta Youth Camp juga disuguhkan dengan penampilan musisi Korea yang menyanyikan lagu Arirang dan memainkan salmuntori, alat music traditional Korea.
 
Setelah usai mencoba alat musik Korea, peserta Youth Camp disuguhkan oleh atraksi beladiri Korea, Taekwondo yang mengagumkan. Tidak hanya memamerkan kemampuan beladiri, kelompok taekwondo ini mengemas atraksinya menjadi sebuah pertunjukkan yang mengundang tepuk tangan meriah dari para peserta. 
 
Sekitar 50 orang atlet taekwondo mempertunjukkan kemampuannya memainkan jurus, memecahkan kepingan kayu dengan berbagai gaya, mulai dari berdiri, melompat hingga terbang. Mereka bahkan menari dengan jurus-jurus yang dimilikinya. 
 
Selain taekwondo para peserta Youth Camp, dikenalkan dengan K-Pop Dance. Puluhan mahasiswa International Youth Camp diajak menari K-Pop bersama, yang nantinya akan ditampilkan para acara penutupan.