“ Bukan Inginku” Cerpen Yang Menghantarkan Abay, Jadi Juara 3 Lomba Cerpen Tingkat Nasional

Ahmad Baihaqi atau yang akrab disapa Abay ini lagi – lagi kembali mengukir prestasi yang membanggakan dibidang pelestarian lingkungan.  Pria berkacamata yang saat ini tengah menyelesaikan masa studinya di program Magister Biologi ini dikenal sebagai sosok anak muda yang giat dalam mensosialisasikan  pentingnya keberlangsungan keanekaragaman hayati di Indonesia. Kecintaannya terhadap lingkungan diakui pria kelahiran Jakarta 15 September 1993 ini dimulai saat ia mengambil mata kuliah tentang Konservasi Alam di Fakultas Biologi. Tak ayal ia pun kerap terlibat dalam kegiatan penyelamatan dan pelestarian flora dan fauna langka yang ada di wilayah terpencil di kawasan hutan lindung maupun kawasan cagar alam. Seperti baru – baru ini  Cerpen nya yang berjudul “ Bukan Inginku” berhasil menjadi juara ke 3 dalam ajang cerpen nasional dan dimuat di harian Indopos edisi Selasa  (15/8).

Lomba cerpen nasional kali ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Harimau Sedunia yang diperingati setiap tanggal 29 Juli dan diselenggarakan oleh Forum HarimauKita, Zoological Society of London (ZSL), Kawan Imau, dan Tiger Heart Jambi. Lomba yang diikuti oleh 28 peserta dari  wilayah Sumatera dan Jawa ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat akan betapa pentingnya keberadaan habitat harimau sebagai salah satu aset dunia yang dimiliki oleh Indonesia. Disinggung perihal isi cerpen, Abay menuturkan bahwa isi tulisan yang ia buat berisi tentang seorang pengusaha yang memiliki lahan perkebunan kelapa sawit seluas 4000 ha, yang akhirnya sadar ingin merestorasi setengah perkebunannya menjadi hutan sebagai habitat harimau sumatera ( panthera tigris sumatrae). Perlu diketahui, ungkap Abay terdapat 9 jenis spesies harimau di dunia dimana 3 diantaranya dimilki oleh Indonesia. Namun pada kenyataanya lanjut abay, saat ini hanya tinggal  tersisa 1 spesies yang dimilki oleh Indonesia yaitu Harimau Sumatera, dimana jauh sebelumnya pada tahun 1970 dan 1973 Harimau Jawa dan Harimau Bali dinyatakan punah dari bumi pertiwi ini.

 “ Dengan adanya perayaan global tiger day semoga kesadaran masyarakat meningkat mengenai pentingnya hidup harmonis dengan alam. Semoga tidak ada lagi konversi lahan perburuan liar dan perdagangan bagian tubuh harimau. Saat ini sudah saatnya para generasi muda untuk turut  bahu – membahu dalam memberantas para mafia dalang dibalik punahnya aset – aset seperti flora dan fauna langka yang ada di Indonesia”, tutup abay.