Raih Hibah PKTS 2014, UNAS Siap Tingkatkan Kualitas Akademik Melalui Alumninya

Dari 108 Perguruan Tinggi yang mengajukan proposal untuk mendapatkan hibah ini, hanya 27 yang diterima dan salah satunya adalah Universitas Nasional.
 
 
Jakarta [UNAS] – Keberhasilan akademik dan kualitas sebuah perguruan tinggi, tidak hanya diukur dari banyaknya prestasi yang diraih oleh mahasiswa, dosen dan karyawannya saja, tapi juga dilihat dari kesuksesan alumni di dunia kerja. Oleh karena itu, setiap universitas atau perguruan tinggi pun diharapkan dapat menjadi wadah serta jembatan bagi mahasiswa serta alumninya menuju dunia kerja. Contohnya adalah seperti yang dilakukan oleh Universitas Nasional, melalui keseriusan divisi Career Development Center (CDC) dalam menjadi wadah bagi mahasiswa dan alumninya, Unas pun berhasil meraih hibah Pusat Karir dan Tracer Study (PKTS) 2014.

“Alhamdulillah, dari 108 Perguruan Tinggi yang mengajukan proposal untuk mendapatkan hibah ini, hanya 27 yang diterima dan salah satunya adalah Universitas Nasional. Hibah PKTS merupakan program hibah yang diberikan kepada perguruan tinggi untuk melaksanakan fungsi pelacakan alumni atau alumni tracking. Hal yang penting dalam tracer studi ini adalah sebagai metode umpan balik untuk mengetahui kualitas akademik perguruan tinggi. Jadi, keberhasilan Perguruan Tinggi itu juga diukur dari keberhasilan alumninya,” papar Ketua Tim pembuatan proposal hibah PKTS Universitas Nasional, Ucuk Darusalam, S.T.,M.T saat ditemui diruangannya, Senin (12/5).

Lebih lanjut, pria yang juga merupakan Dekan Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika (FTKI) Unas inipun menjelaskan bahwa pelacakan terhadap jejak alumni tersebut merupakan upaya untuk melihat bagaimana kondisi alumni dari sebuah perguruan tinggi. Dengan demikian perguruan tinggi dapat melakukan pengukuran terhadap kualitas alumninya. “Apa yang bisa diukur dari alumni, yang pertama adalah kompetensinya. Kompetensi dari alumni ini harus diukur apakah diterima oleh stake holder dan user di dunia kerja. Dalam hal ini, yang terpenting adalah apakah kompetensi lulusan kita mampu memenuhi kualifikasi yang diminta,” ujar Ucuk.

Melalui proposal yang diajukan bertema “Pemetaan Profil Outcome dan Kesenjangan Kompetensi Lulusan Universitas Nasional Tahun Akademik 2012/2013”, tim penyusun proposal yang terdiri dari Dr. Iskandar Fitri, S.T.,M.T, Ucuk Darusalam, S.T.,M.T, Dr. Dra. Retno Widowati, M.Si, Ina Agustina, S.Si.,S.Kom.,M.M.S.I, Septi Andryana, S.Kom.,M.M.S.I, Moh. Iwan Wahyuddin, S.T.,M.T, Andrianingsih, S.Kom.,M.M.S.I, Asmawi, S.T.,M.T, Sutikman, S.T, dan Saptomo Setiawan, S.P pun berhasil meraih hibah hibah Pusat Karir dan Tracer Study (PKTS) 2014 sebesar Rp 40 juta. “Pada tema ini terdapat dua kunci utama, yaitu pemetaan profil outcome, dan pemetaan kesenjangan kompetensi. Pada pemetaan profil outcome ini indikatornya adalah bagaimana alumni – alumni Unas diterima di dunia kerja dan bisa langsung mengerjakan pekerjaan yang dibebankan kepada mereka tanpa perlu diajari atau bahkan diberi pelatihan lagi terhadap bidang keahliannya,” jelas Ucuk.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Divisi Career Development Center (CDC) Universitas Nasional, Saptomo Setiawan, S.P juga mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap keberhasilan penerimaan program hibah PKTS 2014 ini. “Boleh dikatakan bahwa CDC Unas ini masih seumur jagung, belum ada tiga tahun. Keberhasilan ini menjadi motivasi dan pendorong kami untuk terus membangun jaringan yang baik dengan alumni serta menjadi wadah dan jembatan yang berfungsi dengan baik pula bagi mahasiswa menuju dunia kerja. Sejak tahun pertama kami berjalan dan bekerja sesuai dengan yang diinstruksikan oleh DIKTI, dan hasilnya kita mampu mendata 50 alumni. Seiring berjalannya waktu jumlah itu pun alhamdulillah semakin meningkat. Oleh karena itu, saya berharap dengan perolehan hibah PKTS DIKTI ini kami mampu menjadi lebih baik lagi,” imbuh Saptomo saat ditemui di ruang Unit Pelaksana Teknis (UPT) Marketing & Public Relations Unas, Blok I Lantai 3, Selasa (13/5). (Herlina, A.Md. )