Terapi “Flashing Light” untuk Alzheimer

Tim Massachusetts mendapatkan penemuan terbaru, dengan memberikan lampu sorot kepada mata tikus dapat mendorong sel di dalam otak untuk melindungi dan melahap protein berbahaya yang mengakumulasi otak sehingga bisa terkena dementia. Tingkat sempurna pada tikus untuk terapi ini dilakukan setiap detik dan empat puluh kali berkedip.

Para peneliti berharap dapat diujikan ke manusia juga, bahkan mereka sudah meminta izin kepada regulator AS, Administrasi Makanan dan Obat-obatan, dan telah menyiapkan sebuah perusahaan komersial untuk mengembangkan teknologi.

Terbentuknya protein beta amiloid adalah perubahan awal otak penderita Alzheimer. Dengan menggunakan tikus percobaan yang positif terkena Alzheimer yang diletakkan di depan flashing light selama satu jam ditemukan hasil penurunan beta amiloid setelah dua belas dan dua puluh empat jam kemudian. Jika dilakukan setiap hari akan menambah keberhasilan.

Peneliti mengatakan bahwa dengan adanya cahaya membutuhkan bantuan dari microglia yang berada di sel imun. Microglia memakan dan menghilangkan patogen yang berbahaya, patogen ini adalah beta amiloid. Diharapkan terapi ini akan berhasil.

 

Sumber: http://www.bbc.com/news/health-38220670

Bagikan :

Info Mahasiswa

Related Post

Hurom Slow Juicer Solusi Penikmat Buah
Cemas dan Depresi Akibat Corona? Lakukan 7 Aktivitas Ini
Gambar dengan Intensitas Cahaya Warna Terang dan Kontras Sebabkan Kejang
Kolaborasi dan Kepedulian Disebut Jadi Kunci Hadapi Pandemi
Warsito Terus Mendapatkan Dukungan Dari Kemenkes
Benarkah Polusi Udara Picu Kematian Dini?

Kategori Artikel

Berita Terbaru

Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2026/2027

Hari : RABU

Tanggal : 23 September 2026

Pukul : 07.00 – 16.00 WIB

Auditorium Universitas Nasional