WHO Ingatkan Mustahil Akhiri Pandemi Tanpa Penelusuran Kontak

Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memperingatkan kepada negara-negara agar melakukan penelusuran kontak dalam kasus Covid-19. Hal ini lantaran WHO menganggap negara-negara di dunia yang mulai memberhentikan lockdown dan menggulirkan kembali perekonomian tanpa melakukan tracing tidak akan bisa terbebas dari wabah.

Michael Ryan selaku Kepala Kedaruratan WHO mengatakan, penelusuran kontak yang baik seperti dilakukan di Jerman dan Korea Selatan dapat mendeteksi dan menghentikan penularan semakin parah. Di sisi lain, tanpa menyebut negara lainnya, Ryan mengatakan ada yang mengendurkan pembatasan tanpa melakukan penelusuran kontak dengan baik.

“Ini sama bodohnya dengan menutup mata dan mencoba berkendara dalam kebutaan. Saya benar-benar khawatir ada negara tertentu yang sedang bersiap untuk berkendara dalam kebutaan dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Ryan dari The Journal dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (13/05).

Beberapa negara seperti Prancis, Belgia, Belanda, dan Amerika Serikat mulai  bersikap menyudahi masa penguncian dan mulai berupaya untuk hidup normal kembali. Sementara Jerman dan Korea Selatan yang disebut telah melakukan penelusuran kontak positif Covid-19 dengan baik, belakangan justru dibayangi adanya gelombang kedua penularan.

Adapun pada awalnya rumah potong di Jerman, kelab malam di Korea Selatan, dan kompleks perumahan di China diyakini sebagai cluser baru dalam penyebaran Covid-19. Pemerintah di masing-masing negara tersebut kemudian langsung merespons dengan kembali melakukan pembatasan atau lockdown sembari melakukan penelusuran berdasarkan data yang tersedia.