UNAS Targetkan Proposal PKM Mahasiswanya Lolos ke DIKTI

JAKARTA (UNAS) – Universitas Nasional (UNAS) menargetkan proposal mahasiswanya lolos pada ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (DITJEN DIKTI). Pada tahun ini, UNAS menyeleksi 10 tim PKM yang dimana 1 tim bisa menyerahkan lebih dari 2 proposal penelitian.

“Pada semester ini kurang lebih ada 10 tim PKM yang berpartisipasi dalam program ini. Satu tim bisa mengajukan 2 sampai 4 proposal yang dibuat dan mereka terdiri dari 3 hingga 4 orang satu timnya dan bisa berganti-ganti ketua dalam proposal penelitian,” ujar Kepala Biro Kemahasiswaan UNAS, Kamaruddin Salim, S.Sos., M.Si. saat ditemui pada kegiatan Coaching Clinic PKM di UNAS, pada Sabtu (22/12).

Ia melanjutkan, proposal yang dibuat mahasiswa akan melalui beberapa tahapan secara substansi, mulai dari pembuatannya, mahasiswa sudah bisa menggunakan pedoman yang dikeluarkan oleh DIKTI. Mahasiswa pada awalnya dibimbing oleh dosen PKM yang bersangkutan, menyamakan persepsi, lalu membuat proposal dengan waktu yang telah ditentukan.

“Mahasiswa juga mengikuti coaching clinic seperti sekarang ini. Proposal mereka dibahas satu-persatu dan direvisi. Sekiranya mengapa mereka memilih judul itu dan kenapa mau melakukan penelitian tersebut. Mereka harus punya alasan yang kuat,” jelas Kamaruddin. Ia juga turut mengapresiasi mahasiswa UNAS yang memiliki semangat tinggi untuk menyusun proposal PKM meski sedang memasuki minggu Ujian Tengah Semester (UTS).

Ia berharap mahasiswa bisa memanfaatkan kesempatan PKM ini dengan sebaik-baiknya dan UNAS juga akan berusaha untuk membimbing dan memberikan arahan yang terbaik demi lolosnya proposal-proposal yang telah dibuat. Adapun mahasiswa yang turut serta pada PKM ini ialah dari Fakultas Sastra, Fakultas Biologi, Fakultas Teknik dan Sains, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.  

Sementara itu, salah satu mahasiswa yang turut serta dalam pembuatan proposal PKM, Mega Mei Wahildawati mengatakan, keikutsertaannya dalam PKM dapat dijadikan referensinya untuk menulis dan melatih dalam pembuatan skripsi. Selain itu, juga dapat menambah poin dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

“Banyak manfaat dengan ikut PKM ini, saya berharap proposal tim saya dan teman-teman yang lain bisa lolos sehingga apa yang menjadi tujuan tim saya bisa terealisasikan. Setelah coaching clinic masih banyak yang perlu direvisi hingga pengumpulan kembali Januari mendatang. Semoga dengan adanya PKM ini bisa menambah semangat teman-teman mahasiswa untuk membuat penelitian yang bermanfaat bagi orang lain,” terangnya.

PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi. Dikenal lima jenis kegiatan yang ditawarkan dalam PKM, yaitu PKM- Penelitian (PKM-P), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Penulisan Ilmiah (PKM-I), PKM-Karya Tulis (PKM- KT) PKM-Karsa Cipta, dan yang terbaru ialah PKM-GFK (Gagasan Futuristik Konstruktif).(*NIS)