UNAS Berikan Trauma Healing Kepada Korban Bencana Palu dan Lombok

JAKARTA – Universitas Nasional (UNAS) peduli terhadap bencana gempa dan tsunami yang melanda daerah Palu, Lombok, dan sekitarnya pada akhir tahun 2018. Sebagai bentuk kepedulian UNAS terhadap bencana itu, UNAS melakukan program trauma healing kepada seluruh korban bencana.

“UNAS memiliki hari nurani sehingga segala penderitaan manusia terutama satu bangsa satu tanah air dimanapun itu berada adalah penderitaan civitas akademika UNAS. Maka kami disini merasa terpanggil untuk melakukan bantuan dalam bentuk trauma healing kepada para korban di Palu dan Lombok,” ujar Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNAS, Dr. Robi Nurhadi  saat dihubungi via telfon, Jumat (28/11).

Program yang berlangsung pada awal Desember 2018 itu dilakukan dalam rangka membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak Siswa Sekolah Dasar di beberapa kabupaten di Lombok Utara dan Lombok Barat, dan terakhir di Palu dan Donggala. Menurut Robi, melalui program ini diharapkan terbangun kembali motivasi dan semangat belajar kepada masyarakat khususnya anak-anak siswa Sekolah Dasar yang menjadi korban bencana alam.

“Alhamdulillah… anak-anak siswa Sekolah Dasar yang telah kami kunjungi diwilayah bencana alam tersebut kembali semangat dan termotivasi meskipun tempat dan lokasi mereka belajar saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan untuk sementara, para korban kembali ceria selayaknya siswa Sekolah dasar pada umumnya,” terang Robi yang juga salah satu relawan dalam kegiatan ini.

Dalam program  itu juga, lanjutnya, tim relawan UNAS memberikan pencerahan bagaimana memindahkan ketakutan menjadi kebahagiaan. Selain itu, juga mengajarkan bagaimana merawat lingkungan dengan baik agar tidak terjadi kerusakan alam kemudian hari dan bagaimana menjalani hidup sebagai umat beragama.

“Melalui kegiatan ini kami bisa menghimbau kepada para korban untuk lebih menjaga lingkungan agar tidak terdorong pada kerusakan dan ketidakseimbangan. Kami disini juga berharap para korban bisa mendapatkan makna bahwa ujian itu ada sehingga kita harus taat dalam menjalani hidup sebagai umat beragama. Ini juga merupakan momentum bagi bangsa Indoneis bahwa kita harus bangkit” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNAS, Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt. mengatakan, dalam kegiatan tersebut, tim relawan UNAS juga membangun spiritual dan mental para korban dengan memberikan motivator dan hiburan berupa sulap dan kegiatan bermain lainnya.

“Dalam kegiatan ini kami melibatkan beberapa profesi, seperti pendongeng, pesulap, tim psikologi, dan disini kami UNAS yang mengarahkan. Jadi kami juga memberikan hiburan-hiburan positif yang setidaknya membuat anak-anak disana senang, sehingga mereka mau dan tidak takut untuk sekolah lagi.  Selain itu, mereka bisa paham masih banyak kegiatan-kegiatan positif yang bisa dilakukan sehabis tragedi bencana,” katanya saat ditemui di UNAS dalam waktu yang sama.

Kegiatan ini juga diikuti oleh Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UNAS, Dr. Firdaus Syam, M.A., Kepala Magister Biologi UNAS, Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si. dan juga Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNAS, Dr. Nurhasanah Haspiaini, M.Si. Dalam kegiatan ini, UNAS beserta tim relawan lainnya bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.(*NIS)