Tes TKDA dan TOEP Kembali diselenggarakan di UNAS

JAKARTA (UNAS) – Dalam rangka menciptakan dosen yang kompeten, Pusat Layanan Tes Indonesia (PLTI) kembali mengadakan Tes  Kemampuan Dasar Akademik (TDKA) dan Test of English Proficiency (TOEP) secara online di Universitas Nasional (UNAS) sebagai tempat penyelenggara untuk mensertifikasi para dosen, kamis (22/2). Kegiatan ini diikuti oleh 166 dosen dari berbagai program studi di universitas dan sekolah tinggi dari daerah Bandung, Surabaya, hingga Kalimantan.

TKDA dan TOEP adalah tes potensi akademik untuk mengukur kemampuan dosen sebab dosen adalah tenaga pendidik yang profesional yang wajib mengembangkan, mentransformasikan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni dalam bidangnya.“menurut undang-undang setiap dosen wajib tersertifikasi, TKDA dan TOEP adalah bentuk tes untuk sertifikasi dosen, Universitas Nasional dalam hal ini sebagai tempat penyelenggara akan berkontribusi untuk memberikan pelayanan tes untuk pelaksanaan sertifikasi dosen (serdos) yang didukung oleh sarana dan pemandu tes yang mendukung,” ucap Ucuk Darusalam, S.T, M.T. selaku Dekan FTKI sekaligus ketua panitia.

Menurutnya, Sertifikasi ini merupakan prasyarat yang utama bagi dosen untuk mengajar dan untuk mendapat sertifikasi itu harus memenuhi syarat yang kualifikasinya minimal S2. Selain itu program studi harus inline dengan program studi yang diampu. Lanjutnya, semua dosen yang mempunyai Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) di evaluasi kemudian diseleksi dan di ikut sertakan mengikuti sertifikasi dosen.

“setiap perguruan tinggi TKDA dan TOEP dilaksanakan secara bertahap dan tiap tahun pendidikan tinggi menerapkan kuota untuk serdos kemudian kuota untuk serdos diambil dari pangkalan data perguruan tinggi, semua dosen yang dirilis oleh Dikti wajib mengikuti sertifikasi dosen dan akan berdampak pada tunjangan, berdampak pada profesionalisme hingga berdampak pada peningkatan kompetensi,” katanya.

Ucuk menambahkan, setiap dosen yang akan mengikuti tes sertifikasi untuk mempersiapkan mental dan kemampuan karna tidak banyak, tambahnya yang tidak lulus dalam tes ini.“yang terpenting adalah basic, logika, dan kemampuan dalam menafsirkan suatu informasi maupun kemampuan dalam berbahasa asing yang terangkum dalam tes TKDA  dan TOEP ini,” tutup Ucuk.

UNAS ditunjuk sebagai tempat penyelenggara tes yang dituangkan dalam penandatanganan MoU dengan PLTI pada tahun 2016 lalu. Hingga saat ini Universitas Nasional sudah melayani 4000 dosen untuk sertifikasi dan diharapkan akan terus bertambah sehingga UNAS menjadi tempat sertifikasi yang diakui secara institusional. (*DMS)