Tantangan Revolusi Industri 4.0 di Depan Mata, Wisudawan UNAS Siap Hadapi dengan Bekal Ilmu di Bangku Kuliah

Memiliki bagian dari sebuah ekosistem merupakan hal tak mudah, terlebih lagi jika masuk dalam sebuah mata rantai dipastikan memiliki tanggung jawab yang besar. Sama hal dengan Revolusi Indistri 4.0 yang sekarang ini perlahan dilakoni oleh dunia kerja era sekarang. Kesiapan dari para pelaku dalam dunia 4.0 harus memiliki metal baja namun harus tetap rendah hati ibaratnya seperti filosi padi semakin berisi semakin menundung. Dalam acara wisuda Universitas Nasional periode 1 Tahun Akademix 2018 / 2109, Prof. Dr. Ismunandar selaku Dirjen pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristek Dikti hadir sebagai keynotespeaker.

Acara Wisuda kali ini mengambil tema “Masa Depan Pendidikan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0 dan Menghadapi Revolusi Sosial 5.0” seiring dengan komitmen Universitas Nasional yang tengah bersiap untuk menghadapi era revolusi 4.0.

‘’Universitas Nasional dalam prosesnya telah mengadopsi sistem komputerisasi dari tahun 1998 yang terus dikembangkan sampai saat ini menjadi sistem tata kelola kampus berbasis online. Saat ini sudah mencapai 71 % dari semua sistem tata kelola sudah berbasis online, dimana 29 % sisanya sedang dalam proses pengerjaan dengan target capaian pada tahun ajar Ganjil 2019/2020 akan mencapai mendekati 100%. Dengan kata lain pada titik itu, Universitas Nasional  akan menjadi kampus yang berkategori cyber university atau smart campus,’’ papar Dr.Drs. El Amry Bermawi Putera, M.A selaku Rektor Universitas Nasional.

Didukung oleh teknologi informasi dan komunikasi yang modern, Universitas Nasional terus mengembangkan sistem pembelajaran jarak jauh yang bisa dicapai oleh masyarakat di seluruh pelosok Indonesia yaitu Cyber University. Akan banyak pemangku kepentingan yang akan terlibat dan tertarik dalam pendirian Cyber University. Dan Universitas Nasional merupakan salah satu yang terdepan dalam pengembangan Cyber University di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr, Ismunandar mengungkapkan bahwa di era industry 4.0 dan masyarakat sosial 5.0, perguruan tinggi dituntut untuk meningkatkan mutu dan menghasilkan lulusan yang dibutuhkan oleh bangsa serta menumbuhkan masyarakat madani. Mahasiswa dan lulusan, lanjutnya harus melegkapi diri dengan soft dan hard skill, kemampuan untuk mendukung keahlian serta harus punya literasi baru, yaitu literasi data, teknologi dan manusia.

‘’Lulusan dituntut untuk memiliki literasi manusia karena berbagai pekerjaan baru menuntut kita memiliki empati, simpati, leadership, yang tidak bisa dilakukan oleh robot. Literasi teknologi, artinya memiliki kemampuan untuk memahami bahasa robot, seperti coding, pemograman karena ke depannya kita akan banyak berinteraksi dengan robot dan mesin. Dan tidak lupa memiliki kemampuan literasi data, dapat membaca data yang saat ini menjadi tambang emas baru,’’ papar Ismunandar.

Pada wisuda kali ini, Universias Nasional meluluskan 1040 wisudawan dari jenjang S3, S2, S1, DIV dan DIII. Para wisudawan terdiri dari 4 wisudawan program doktor, 64 wisudawan program magister, 648 wisudawan program sarjana,  304 wisudawan program diploma empat dan 20 wisudawan program diploma tiga.

Wisudawan terbaik dari Sekolah Pascasarjana, dengan IPK tertinggi Cum Laude diraih oleh Rena Santrinny dari Program Studi Magister Hukum dengan IPK 3,91. Untuk Program Sarjana  IPK Tertinggi Cum Laude diraih  Luna Vidia Zahra dari Program Studi Hukum dengan IPK 3,90. Adapun dari program Diploma IPK tertinggi, Cum Laude diraih Ellsa Fira Widyasepta  dari Program Studi Bahasa Korea dengan IPK 3,96 . Selain itu  masih ada  362 wisudawan yang lulus dengan predikat cum laude . (*humas)