Talkshow Broadcast Digital Era 4.0, Hadirkan Producer VoA Amerika

Jakarta (UNAS) – Unit Pelaksana Teknis Marketing and Public Relations (UPT MPR) bekerja sama dengan Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi melangsungkan Talk Show dengan tema “Tren dan Karir di Industri Broadcast Digital Era 4.0” dengan menghadirkan Program Director/Producer Voice of Amerika (VoA), New York, Amerika yang juga Alumni Universitas Nasional (UNAS) Naratama Rukmananda dan Dosen Ilmu Komunikasi UNAS sekaligus menjabat sebagai Manager UPT MPR Dian Metha Ariyanti S.Sos., M.Si.

Acara yang dimoderatori oleh Dosen Ilmu Komunikasi UNAS yang juga Produser Rajawali Televisi (RTV) Umar Fauzi Bahanan S.Sos., M.Si. itu dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Zainul Djumadin M.Si. dan mengundang beberapa sekolah SMA maupun SMK disekitar Jakarta. Antusiasme dalam acara ini cukup besar terbukti dengan jumlah peserta talk show mencapai 250 peserta.

Dalam sambutannya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Drs. Zainul Djumadin M.Si. mengatakan mahasiswa harus menyadari bahwa dunia telah menghadapi perubahan revolusi dari konvensional ke online. “Perubahan ini tidak bisa dihindari karena sudah terbuka dan telah mempengaruhi perilalu kita,” ujarnya di Auditorium Blok 1 lantai 4 UNAS, Senin, (03/12).

Ia menambahkan, dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan gambaran serta mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi era industri 4.0. “Oleh karena itu, kita beruntung dapat berbincang-bincang dan mengetahui lebih jauh dampak dari perubahan revolusi industri 4.0 dan bagaimana kita menghadapainya. Semoga apa yang disampaikan oleh narasumber dapat membuka wawasan dan pengetahuan serta memotivasi kita,” ucap Zainul.

Dalam paparan nya, Naratama menyatakan bahwa mahasiswa harus membuka serta merubah mindset dan tidak memilih pekerjaan apa dan dalam bidang apa yang ditekuni. Lebih lanjut, Ia mengatakan untuk menghadapi industri 4.0 mahasiswa harus memiliki keyakinan. Menurutnya, keyakinan merupakan kunci kesuksesan dalam menghadapi perubahan ini.

“Untuk memasuki dunia broadcast atau industri 4.0 kalian harus memiliki keyakinan. Jangan merasa minder, that’s a key,” tegasnya.

Di akhir Talkshow, Pria yang menyelesaikan studi Master pada Department of Sociology & Anthropology di Valdosta State University itu pun memotivasi mahasiswa UNAS agar terus semangat dalam menggapai mimpi.

“Jadi saya berpesan jangan pernah berhenti bermimpi, jangan pernah berhenti berharap, dan terus berdoa. Next time saya bertemu kalian, saya harap kalian sudah menjadi produser, kameramen, ataupun reporter,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dian Metha Ariyanti S.Sos., M.Si. menyebut bidang pekerjaan seperti art, film, culinary, dan fashion menjadi pekerjaan yang dapat digeluti di era industri 4.0. Menurutnya, pekerjaan tersebut membutuhkan sebuah naluri manusia. “Bidang tersebut membutuhkan creativity, emotionality, inovation karena membutuhkan sebuah taste dan robot tidak mempunyai hal tersebut,” kata Metha.

Terkait dengan kemampuan yang harus dimiliki dalam menghadapi revolusi industri 4.0, Metha mengungkapkan mahasiswa harus memiliki lima kemampuan. “Yaitu menulis atau Public Relations (PR) Writtingskill untuk sosial media, media relations, mengetahui tentang desain, dan terpenting attitude,” ungkapnya.