Sosialisasi Pengembangan Program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Sosialisasi Pengembangan Program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)

Jakarta (UNAS)- Universitas Nasional dalam mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menggelar sosialisasi pengembangan program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kurikulum MBKM. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) bersama dengan Badan Pengembangan Kurikulum UNAS mengundang Pusat Studi yang ada di lingkungan Universitas Nasional untuk diberikan sosialisasi terkait dengan MBKM Mandiri yang akan dijalankan pada semester genap mendatang.

Sosialisasi Pengembangan Program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)
Dr. Heni Jusuf, S.Kom., M.Kom

Seperti yang disampaikan oleh Badan Pengembangan Kurikulum UNAS Dr. Heni Jusuf, S.Kom., M.Kom. “Unas dalam rencananya akan melakukan MBKM Mandiri melalui pusat studi yang ada di UNAS, kenapa dari pusat studi karena selama ini pusat studi UNAS telah aktif dan sudah banyak kegiatan yang mengikutsertakan mahasiswa. Kegiatan dari pusat studi nantinya akan dimasukkan kedalam SKS,” jelasnya.

Dalam melaksanakan MBKM tambahnya, mahasiswa tidak dibebankan untuk mengambil SKS yang lain. “Selama melakukan kurang lebih 1 semester, mahasiswa tidak melakukan kuliah karena sudah mengambil 20 sks untuk program MBKM. Tidak ada kegiatan kuliah. Begitu program MBKM selesai akan dilakukan monitoring evaluasi dan isi notebook harian kemudian menyusun laporan akhir lalu dosen pembimbing dan dosen pendamping lapangan memberikan penilaian dan penyerahan laporan ke Prodi dan BAA dan selanjutnya diserahkan ke Badan Penjaminan Mutu,” ujar Heni.

Heni juga menjelaskan proses mengikuti program MBKM. “Dalam melakukan MBKM Mandiri dengan pusat studi nanti akan dilihat mata kuliah apa yang ada di Prodi untuk disetujui. Kemudian mahasiswa mendaftarkan diri dan mitra akan melakukan seleksi administrasi jika mahasiswa lulus maka mahasiswa bisa mendapatkan dosen pembimbing di Prodi dan Dosen pendamping lapangan. Nantinya mahasiswa program MBKM akan dibimbing dalam pengisian KRS dan akan melakukan serah terima kepada Pusat Studi.” Paparnya pada Jumat (14/1).

Dr. Zulmasyur, M.Si.,
Dr. Zulmasyur, M.Si.,

Sementara itu, dalam menyampaikan sarannya ketua Pusat  Studi Birokrasi Tata Kelola Pemerintah Daerah dan Desa Universitas Nasional (Pusbitep-2D Unas) Dr. Zulmasyur, M.Si., mengatakan supaya dalam program MBKM UNAS sudah memiliki standarisasi magang. “Masukan supaya nanti mahasiswa UNAS masuk di kemetrian sudah ada standarisasi sendiri terkait magang atau program MBKM karena Pusat Studi sering dapat masukkan dari Dikti,” tandasnya.

Zul juga memberikan dukungannya terkait dengan program MBKM Mandiri. “Kami support MBKM ini, kami siap menerima mahasiswa untuk ikut dalam membangun desa, difasilitasi dengan baik dan kita lakukan koordinasi,” tuturnya. (*TIN)

Berita Terbaru
Chat with Us!