Siap Bersaing di Era Digital, UNAS Terapkan Kuliah Online Blended Learning

JAKARTA (UNAS) – Universitas Nasional (UNAS) menerapkan metode pembelajaran blended learning guna merespon dan siap menyongsong era digital 4.0 dan 5.0. Metode belajar ini memadukan pertemuan tatap muka dengan pembelajaran online dengan memanfaatkan teknologi digital.

Pelaksanaan metode perkuliahan online blended learning ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 24 Tahun 2012 Pasal 4 dan 15; Nomor 109 Tahun 2013 Pasal 4; Panduan Pelaksanaan PJJ 2016 Dirjen Kemenristek dikti dan Permenristek Dikti Nomor 51 Tahun 2018.

Metode blended learning ini sebetulnya bukan barang baru bagi UNAS. Sebelumnya, UNAS telah menerapkan metode ini sejak tahun 2015, dimulai dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) kemudian disusul oleh Fakultas Teknologi, Komunikasi, dan Informatika (FTKI) pada tahun 2016. Hingga saat ini, metode tersebut mulai diterapkan oleh beberapa fakultas lainnya seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Fakultas Biologi, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Sekolah Pascasarjana.

Kepala Badan Pengelola Sistem Informasi (BPSI) UNAS, Novi Dian Nathasia, S.Kom, MMSI. mengatakan, metode blended learning tersebut targetnya akan diterapkan secara konsisten dan menyeluruh di semua fakultas pada tahun ajaran ganjil 2019/2020. Namun, penerapannya tentu bertahap, tidak langsung pada semua mata kuliah di program studi tersebut dan baru diuji cobakan ke beberapa mata kuliah terlebih dahulu.

“Blended learning ini akan tetap ada interaksi antara dosen dengan mahasiswa. Hanya pembagiannya fifty-fifty saja, tergantung dari masing-masing dosen. Bisa selang-seling minggu ini tatap muka, minggu depan online, lalu minggu depannya lagi tatap muka, dan seterusnya,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Jumat (26/4).

Menurutnya, metode ini merupakan langkah yang harus terus dikembangkan oleh UNAS mengingat semakin cepatnya perkembangan teknologi dan tuntutan zaman. Saat ini, setiap orang terintegrasi dengan gadget sehingga pembelajaran menggunakan internet sangat memudahkan tidak saja bagi dosen namun juga mahasiswa.

Ada banyak manfaat kuliah online, lanjutnya, dari segi kualitas, metode pembelajaran online relatif lebih baik dibandingkan dengan metode konvensional. Apabila, didukung dan dioptimalisasi dengan aplikasi serta software-software yang menjadi sarana dan prasarana pelaksanaan kuliah online, perkuliahan online.

“Dengan kuliah online ini, dosen bisa menyampaikan materi dalam bentuk powerpoint, pdf, dan video. Nah, dengan video ini bisa menguntungkan mahasiswa karena mereka bisa mengulang-ulang penjelasan dari dosen. Tidak seperti di kelas yang hanya bisa didengarkan satu kali. Tentu ini ke depannya akan seperti itu,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, keuntungan lain dari proses perkuliahan online adalah dalam metode ini dosen juga diberikan fasilitas untuk menyampaikan tugas mulai dari kuis, modul, essai, atau pilihan ganda yang dimana bisa langsung dinilai oleh sistem. “Setelah dosen memasukkan kunci jawaban, sistem bisa langsung melakukan proses untuk mengecek jawaban yang benar dan yang salah sehingga secara otomatis akan keluar nilainya,” jelasnya.

Sementara itu, terdapat juga forum diskusi yang dapat memudahkan mahasiswa dan dosen berkolabrorasi melalui fitur chat. Dalam forum ini, mahasiswa dan dosen lainnya bisa saling menanggapi pertanyaan layaknya diskusi di kelas. Menurut Novi, ini adalah hal yang baik karena tidak semua mahasiswa mau mengutarakan pendapatnya di dalam kelas, bahkan tidak jarang mahasiswa pasif dan diam dalam diskusi di kelas.

“Banyak mahasiswa yang malu kalau berdiskusi di kelas. Nah forum diskusi ini seperti media online, jadi mereka bisa berdikusi tanpa tatap muka sehingga bisa lebih leluasa untuk mengutarakan pendapat, menyanggah, memberikan saran, dan juga menjawab pertanyaan-pertanyaan lainnya. Melalui forum ini saya pikir bisa memberikan semangat belajar dan keingintahuan yang tinggi bagi mahasiswa,” ungkap Novi.

Selama proses diskusi, interaksi antar dosen dan mahasiswa juga akan terekam  ke sistem akademik sehingga secara langsung akan menambah poin kehadiran kuliah diantara keduanya.

Untuk kedepannya, tambah dosen FTKI itu, BPSI akan menambahkan fasilitas virtual class atau metode  video conference.  Metode ini mengharuskan dosen secara live menjelasakan materi di papan tulis yang akan direkam oleh webcamera laptop masing-masing, sehingga dosen dan mahasiswa bisa melihat secara langsung dalam waktu yang sama. Terdapat juga fitur chatting di sebelah layar video.

 

Peningkatan Infrastruktur Dukung Kuliah Online

Guna mendukung pembelajaran online, UNAS akan meremajakan infrastruktur dan memaksimalkan seluruh jaringan internet di kampus. “Mulai minggu lalu kami sudah mengganti kabel-kabel yang sudah cukup tua umurnya dan kami ganti dengan yang baru. Untuk jaringan komputer ini kan ada dua, yang kabel sudah kami ganti semua, dan yang tanpa kabel itu kami siapkan akses poin di setiap lantai untuk melayani kelas-kelas yang membutuhkan koneksi internet,” ucap Novi.

Ia menuturkan, sampai saat ini terdapat 60 unit akses poin yang dipasang di setiap titik yang sudah ditentukan. Sehingga seluruh area UNAS dapat tercover oleh jaringan internet tanpa kabel (hotspot). Sementara itu, juga terdapat 6 unit server yang digunakan untuk mengakses web kuliah,streaming, dan cyber library untuk mengoptimalkan kinerja dari web kuliah.

“Server-server ini memiliki spesifikasi yang jauh lebih baik. Untuk membangun infrastruktur ini semua, dibutukan anggaran sebesar Rp 500 jutaan untuk server dan akses poin serta Rp 600 juta untuk perangkat yang lainnya. Saat ini pembangunan masih dalam tahap pertama. Peningkatan infrastruktur ini akan dilakukan dalam dua tahap,” jelasnya.

Dalam menggaungkan metode blended learning ini, BPSI telah dan sedang melakukan sosialisasi kepada fakultas-fakultas dan dosen yang nantinya akan menyampaikan langsung ke mahasiswanya. “Saya pikir untuk mengakses web kuliah mahasiswa sudah pandai dan mengerti cara mengaksesnya karena memang sangat mudah. Toh mereka juga sudah familiar dengan gadget,” kata dia. Hanya saja, sosialisasi perlu dilakukan lebih jauh kepada para dosen yang belum familiar dengan kuliah online. Namun Novi yakin, seiring berjalannya waktu, metode ini akan terus berkembang dan digunakan oleh seluruh proses belajar mengajar di UNAS. (*)