Sambut Perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UNAS dan IKA FABIONA Lakukan Soft Launching Edu Park

Jakarta (UNAS) – Sebagai upaya memberikan ruang terbuka hijau yang nyaman, Ikatan Alumni Fakultas Biologi Universitas Nasional (IKA FABIONA) meresmikan Edupark Universitas Nasional pada Sabtu (5/6). Soft launching Edu-Park Universitas Nasional yang bertemakan Konservasi, Edukasi dan Rekreasi bertepatan dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut diharapkan bisa memberikan wawasan tentang pentingnya Edu park.

Guru Besar Universitas Nasional Prof. Dr. Endang Sukara, Ph.D. saat memberikan sambutan

Menurut salah satu penggagas konsep Edu park, Prof. Dr. Endang Sukara,menjelaskan bahwa hadirnya edu park berawal dari ide para alumni Fakultas Biologi dengan harapan bisa memberikan wawasan tentang pentingnya mempertahankan keanekaragaman hayati.

“Kami merasa edu park ini tidak hanya membantu menghijaukan UNAS yang terpeting adalah bisa menjadi sains edukasi di lingkungan UNAS dan siap membantu UNAS dalam menjadikan Edupark jadi sarana pendidikan dan pengetahuan,” ujar  Prof. Dr. Endang dalam sambutannya pada Soft launching Edu-Park Universitas Nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt menjelaskan  bahwa konsep edupark adalah edukasi dan sesuai dengan tujuan pembangunan Edupark guna menciptakan lingkungan yang memiliki fungsi ekologis, membangun sarana pendidikan bagi mahasiswa dan siswa-siswa sekolah di sekitar UNAS maupun diluar. 

“Konsep edupark ini unik tidak mesti sama dengan lembaga lain, karena edupark di sini konsepnya adalah edukasi,

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt.

makna dan fungsi dari edupark ini kita coba wujudkan dalam pengembangannya. Pembangunan Edupark juga diyakini sebagai bentuk gerakan Go-Green dalam mengatasi pemanasan global, walaupun terlihat kecil ini merupakan sesuatu yang luar biasa,” tutur Erna.

Edu park adalah kumpulan tanaman dan tumbuhan yang ditata secara apik agar menarik. Dan mengundang siapapun untuk hadir dan memahaminya. Edu park adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang secara fisik yang memiliki batas dan ukuran namun tak terpisahkan dari lingkungan sekitarnya. Berbagai macam burung dan serangga dari luar datang membawa buah, biji, angin membawa spora, polen bebas keluar masuk edu park.

Selain soft launching edu park UNAS, juga diadakan talkshow dengan tema “Potensi Tersembunyi Edu Park UNAS” yang dihadiri oleh guru besar UNAS Prof. Dedy Darnaedi.

Dalam paparannya, Prof. Dedy menyampaikan bahwa edu park UNAS adalah oase pendidikan dalam mainstreaming nilai biodiversitas dalam pembangunan. Menurutnya, dalam usaha pengarus utamaan biodiversitas untuk pembangunan, Kampus harus mengedepankan pentingnya pendidikan dan penelitian menggali nilai tambah biodiversitas. Salah satunya mendekatkan mahasiswa ke alam, atau membawa alam ke lingkungan Kampus dengan cara membangun sebuah taman edukasi.

“Edu park adalah salah satu cara pendekatan penting dengan membawa nilai biodiversitas di lingkungan Universitas, dari perspektif disiplin ilmu yang berbeda. Edu park UNAS harus menjadi tempat bermain berbagai mahasiswa dari disiplin ilmu yang beragam, karena disiplin ilmu Biologi mulai menyadari pentingnya interdisiplin dan transdisiplin dalam pemanfaatan biodiversitas untuk pembangunan. Dan perlu teknopreuner, interpreuner serta inovasi dalam menggali nilai biodiversitas,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Prof. Dedy, edu park UNAS harus menjadi oase bagi dunia pendidikan dan masyarakat sekitar. edu park UNAS harus memainkan peran penting melalui penelitian, konservasi dan rekreasi untuk tujuan pendidikan. Menyiapkan generasi penerus yang sadar pentingnya bodiversitas. Pendidikan adalah kunci dalam mainstraiming biodiversitas untk pembangunan bekelanjutan.

5 Juni merupakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau world environment. Hari Lingkungan Hidup Sedunia dicanangkan PBB demi menggugah kesadaran banyak orang untuk menjaga lingkungan dan menciptakan ekosistem hijau. Sejarah Hari Lingkungan Hidup Sedunia berawal ketika PBB menggelar konferensi pertama tentang lingkungan hidup yang kemudian menghasilkan Deklarasi Stockholm pada tanggal 5 Juni 1972.

Semenjak saat itu, setiap tanggal 5 Juni seluruh komponen masyarakat dunia bersama-sama menunjukkan partisipasinya dalam mengurai isu-isu lingkungan hidup. (*TIN/DMS)

Saat acara talkshow “Potensi Tersembunyi Edu Park UNAS” berlangsung di Kampus UNAS Pejaten pada Sabtu, 5 Juni 2021