Revolusi Industri 4.0, Mahasiswa Teknik Elektro Diajak Garap IoT

Jakarta (UNAS) – Gaungnya revolusi industri 4.0 membuat generasi muda dituntut untuk melahirkan inovasi-inovasi terbaru. Salah satunya ialah melalui teknologi Internet of Things (IoT), yang disebut-sebut sebagai The Next Big Thing setelah smartphone dan media sosial di abad 21 ini. Bobby Chandra Pratama selaku Business Development PT. Global Channel Resource mengatakan, “Internet of Things merupakan sebuah teknologi yang mampu mengubah perangkat menjadi sesuatu yang berharga, di antaranya untuk monitoring dan analisis.” 

Dalam hal ini, ia mengajak para mahasiswa untuk bisa menggarap teknologi tersebut sehingga bisa memberikan solusi teknologi yang dapat dipasarkan. “Adanya IoT ini dapat memudahkan kita untuk menghubungkan perangkat yang satu dengan yang lainnya dan bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia, juga mempermudah pekerjaan manusia,” jelasnya. Konsep IoT sendiri memiliki empat poin yakni things, connectivity, data dan analytic. Things disini merupakan subjek seperti sensor, Connectivity merupakan jaringan seperti WiFi, Bluetooth, dan Data merupakan hasil dari keduanya, sementara analytic merupakan outputnya ujarnya dalam seminar nasional Internet of Things for Industrial Revolution 4,0, Fakultas Teknik dan Sains (FTS) program studi Teknik Elektro Universitas Nasional (Unas), di Aula Unas, Kamis (4/04). . 

Senada dengan hal tersebut, Dekan FTS UNAS, Basori, S.T., M.T menyampaikan, dengan adanya seminar ini mahasiswa teknik elektro UNAS tengah melek terhadap revolusi Industri 4.0, hal ini dibuktikan dengan mengembangkan tema IoT yang saat ini sedang berkembang trendnya. “Saya harap mahasiswa bisa menambah wawasannya karena Information Technology (IT) ini sedang berkembang pesat sehingga dengan menggali ilmu sedalam-dalamnya membuat mereka bisa bersaing,” jelasnya dalam sambutan.

Hadir sebagai pembicara kedua, Amri Kosin selaku Mechatronic and Digitalization Consultant PT. OTODIDAC mengatakan, dengan adanya teknologi di Industri 4.0 ini menjadi peluang besar bagi pemerintah untuk membangun smart goverment. “Tentu saja dengan adanya teknologi yang berkembang pesat, pemerintah bisa lebih efektif dalam menjalankan proses pemerintahan,” kata dia.Sebagai negara berkembang, lanjut Amir, Indonesia juga memiliki banyak potensi di bidang teknologi dengan berkembangnya berbagai macam startup. “Ini menandakan bahwa pergerakan kita dalam menyongsong industri ini sangat baik, jadi sekarang tugasnya bagi generasi muda untuk melanjutkan berbagai teknologi canggih yang akan datang sehingga bisa mengembangkan teknologi di negara ini,” ungkapnya. 

Ia berharap, dengan adanya IoT di era ini mahasiswa bisa melihat peluang yang besar dalam perkembangan Indonesia kedepannya, juga semakin kreatif dan dapat melahirkan inovasi-inovasi baru di dunia teknologi. Ketua Pelaksana kegiatan ini, Rizkiana Safitri mengatakan, berkembangnya teknologi dari zaman ke zaman membuat mahasiswa harus tergerak untuk turut berperan di dalamnya. Oleh karena itu, dibutuhkan ilmu yang dalam sehingga bisa meningkatkan kesiapan guna berperan langsung dalam Industri 4.0.

“Melalui seminar dan workshop ini salah satunya, dengan menghadirkan pembicara yang berkompeten. Mahasiswa Teknik Elektro bisa langsung berdiskusi dan bertanya mengenai IoT sehingga diharapkan ilmu ini bisa kami bawa untuk pembelajaran kami kedepannya,” tutur mahasiswa semester 6 Teknik Elektro itu. Seminar ini juga dihadiri oleh Kepala Program Studi Teknik Elektro UNAS, Mohammad Fathoni, S.T., M.T.  dan diikuti oleh 277 peserta yang terdiri dari mahasiswa mahasiswi Universitas Nasional, Universitas Surya Darma, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Gunadarma,  Sekolah Tinggi Teknik – PLN, dan Institut Budi Utomo. Juga dihadiri oleh siswa siswi dari SMK Teladan dan SMA Fatahillah. (#NIS)