Pusat Studi CSERM Presentasikan Hasil Riset di 2nd Annual Meeting – Blue Communities Programme

Jakarta (Unas) – Tim peneliti Centre for Sustainable Energy and Resources Management, Universitas Nasional (CSERM – UNAS) menghadiri 2nd Annual Progress Meeting GCRF Blue Communities di Plymouth Marine Laboratory, Plymouth, UK pada 05 – 16 Agustus 2019. Kegiatan ini merupakan pertemuan tahunan untuk mempresentasikan dan mendiskusikan hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh mitra dari universitas-universitas di Asia Tenggara. Pertemuan ini juga dimaksudkan sebagai sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar mitra Negara.

Blue Communities adalah program penelitian dan peningkatan kapasitas selama 4 tahun  yang didanai oleh Global Challenge Research Fund (GCRF) dan UK Research and Innovation (UKRI). Program ini mengambil 4 lokasi studi kasus di empat (4) Negara Asia, yaitu: Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam yang dimulai dari tahun 2017 hingga 2021. Untuk studi kasus di Indonesia, Universitas Nasional melalui Pusat Studi CSERM melakukan kajian di wilayah Cagar Biosfer Taka Bonerate – Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Pada annual progress meeting kali ini CSERM – UNAS diwakili oleh Dr Sugardjito, Dr Tatang Mitra, Dr Radisti, Prof. Dr Dedi Soedharma, Agung Iswadi dan Prawesti Wulandari. Dr Sugardjito menyampaikan Case Study Report dari Indonesia atas kegiatan yang telah dilaksanakan selama setahun terakhir oleh CSERM.

Sementara itu, Agung Iswadi, yang juga Dosen Fakultas Teknik dan Sains, menyampaikan presentasi tentang Marine Renewable Energy – Resources Assessment Report. Presentasi ini membahas hasil kajian awal potensi energi terbarukan di Kepulauan Selayar, hasil observasi beberapa lokasi potensial untuk pengembangan energi terbarukan dan lesson learned dari beberapa proyek energi yang telah dikerjakan sebelumnya.

Pada kesempatan ini juga diadakan serangkaian workshop dan training terkait dengan Blue Communities, diantaranya: Evidence Synthesis, Critical Analysis of Marine Planning Model Applications, Impact on Ecosystem Services, Statistical Analysis, dan Future Scenarios of Changes in Resources. Selain itu, para peneliti muda (Early Career Researcher) juga diberi kesempatan dalam penyusunan joint proposal dengan mitra peneliti Negara lain untuk direview dan dinilai oleh Dewan Penasehat (Advisory Board) Blue Communities. Untuk setiap proposal yang lolos akan mendapatkan pendanaan masing-masing sebesar £5,000.

Plymouth Marine Laboratory (PML) selaku pihak penyelenggara annual meeting ini juga menyelenggarakan field tour dengan membawa seluruh peserta acara ke Cagar Biosfer UNESCO North Devon yang berpusat di Braunton Burrows. Kegiatan field tour ini memberi wawasan lebih mendalam tentang manajemen cagar biosfer dan pengelolaan sumber daya alam dan ekosistem.

Diharapkan dari proyek penelitian Blue Communities yang masih akan berlangsung hingga 2 (dua) tahun ke depan ini, banyak hasil kajian dapat disusun dalam publikasi ilmiah internasional sebagai salah satu output penting.